Politisi Jerman Terpecah Tanggapi Boris Johnson Jadi PM Inggris

picture-alliance/dpa/PA Wire/D. Lawson
Sumber :
  • dw

Stegner tidak berbasa-basi ketika ditanya tentang kualifikasi Johnson sebagai perdana menteri. "Theresa May tidak mencapai banyak hal, dan melihat AS kita tahu bahwa segala sesuatunya dapat selalu menjadi lebih buruk. Kekhawatiran saya adalah, bahwa Johnson jatuh ke dalam pola gaya itu. Beberapa posisinya seperti bingung dan membingungkan, dan di beberapa bagian bahkan anti-Eropa, dan saya pikir kita akan melihat dia jadi lebih dekat dengan Donald Trump."

Franziska Brantner, juru bicara kebijakan Eropa dari Partai Hijau bahkan mengeluarkan kecaman lebih keras lagi. "Johnson telah menjadi pembohong kroni terkait isu Uni Eropa, jadi kami perkirakan, (situasi) akan sulit. Kami berharap parlemen (Inggris) akan tetap memakai akal sehat dan akan mencegah Brexit tanpa kesepakatan (No Deal)," kata Fransiska Brantner kepada DW.

Kalangan bisnis Jerman mengaku sangat prihatin tentang dampak No-Deal-Brexit, jika itu terjadi. Direktur Federasi Industri Jerman (BDI) yang berpengaruh, Joachim Lang, memperingatkan Boris Johnson agar tidak bermain-main dengan Brexit.

"Ekonomi ingin Brexit terjadi dalam proses yang teratur, dan bukan skenario tanpa kesepakatan. Jadi, dengan kesepakatan dan itu sudah ada dan tidak bisa dinegosiasikan ulang."

Dia menambahkan, sekarang pun dampak ekonomi Brexit pada Inggris sudah terasa. "Inggris dulunya adalah mitra dagang nomor 5 terbesar Jerman. Tahun lalu turun menjadi peringkat 6, tahun ini menjadi 7. Jadi, meskipun Brexit belum terwujud, kita sudah melihat dampak negatifnya," tandas Joachim Lang. (hp/ae)