Lima Penyebab Krisis AS Vs Iran

Anti-US protests broke out in Tehran after the killing of Qasem Soleimani - EPA
Sumber :
  • bbc

Perdebatan tentang kehadiran pasukan AS di Irak baru saja dimulai - dan apabila AS kalah, maka Iran kemungkinan menjadi pemenangnya.

5) Kesepakatan nuklir merupakan masalah terbesar

Akar dari krisis terakhir ini adalah ketika pemerintahan Trump mundur dari kesepatan nuklir Iran pada Mei 2018.

Semenjak saat itulah, AS memberikan tekanan secara maksimal kepada ekonomi Iran dan Iran melawannya dengan menggelar kampanye di kawasan regional dengan secara berturut-turut melepaskan berbagai batasan yang diberlakukan oleh perjanjian tersebut.

Jika kesepakatan itu belum sepenuhnya sirna, maka satu-satunya alasan agar perjanjian itu tetap hidup dalah bahwa tidak ada orang lain selain Presiden Trump yang mau melihatnya runtuh. Kecuali jika semuanya berubah, maka itu adalah awal dari perjalanan akhir.

Kesepakatan itu penting. Sebelum perjanjian, ada risiko perang yang sangat nyata - di mana Israel (atau kemungkinan AS dan Israel bersama-sama) kemungkinan akan menyerang infrastruktur nuklir Iran.

Iran akan berusaha menjaga agar negara-negara lain yang menandatangi perjanjian itu berada di pihaknya. Tapi ini krisis ini memburuk.

Agaknya tidak ada cara lain, terlepas dari upaya negara-negara Eropa, untuk meringankan tekanan ekonomi pada Teheran. Akhirnya perjanjian itu mungkin akan runtuh dan, sementara itu, Iran mungkin saja semakin dekat dengan program bom nuklirnya.

Tetapi apa pun yang terjadi dengan perjanjian itu sendiri, kebijakan Presiden Trump jelas akan menarik AS kembali ke Timur Tengah, di saat kebijakan keamanan nasional AS berusaha untuk menariknya.