Mengapa Begitu Banyak Pekerja Medis Tertular Corona COVID-19
- bbc
Di seluruh dunia, para pekerja medis harus membayar mahal keterlibatan mereka dalam penanganan pandemi Covid-19.
Ribuan pekerja medis tertular virus corona. Jumlah mereka yang meninggal akibat terjangkit virus itu juga bertambah setiap hari.
Walau menggunakan alat pelindung diri, dokter, perawat, dan pekerja medis lain terlihat lebih rentan dan juga berisiko mengalami sakit yang serius ketimbang orang biasa.
Pertanyaannya, mengapa mereka bisa begitu rentan?
- Perawat yang meninggal akibat Covid-19, `Saya hidup, mati untuk orang yang saya sayangi`
- Cerita kehidupan tim medis Indonesia `berperang` melawan virus corona
- Dokter dan perawat meninggal akibat virus corona: `Kalau mereka kolaps, keadaan akan lebih buruk lagi`
- ‘Meninggal sendirian adalah hal yang mengenaskan’: Kisah perawat yang menangani pasien virus corona di rumah sakit Italia
Muatan virus dalam darah
Para pakar menyebut jumlah virus yang dihadapi pekerja medis selama pandemi Covid-19 adalah penyebab utama kerentanan mereka.
Saat masuk ke tubuh pasien, virus akan menginvasi sel dan melipatgandakan diri. Selama beberapa hari setelahnya, jumlah virus itu akan terus bertambah.
Muatan virus atau viral load yang besar menyebabkan pasien mengalami penyakit yang lebih parah. Kondisi ini pula yang membuat seorang pasien lebih mudah menularkan virus kepada orang lain.
"Semakin banyak virus di dalam tubuh saya, semakin mungkin saya menularkannya kepada Anda," kata Profesor Wendy Barclay dari Departemen Penyakit Menular di Imperial College London.
Dokter dan perawat kerap berkontak erat dengan orang-orang yang terpapar dan membawa virus. Artinya, pekerja medis itu berhadapan dengan virus dalam jumlah besr.
Seorang pasien yang menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Wuhan, China, menularkan virus ke 14 pekerja medis, bahkan sebelum dia mengalami demam.
Fakta tersebut dipublikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).