Mahathir Mohamad Dipecat Partainya Sendiri

Perdana Menteri ke-7 Malaysia, Tun Mahathir Mohamad
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman

VIVA – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad dipecat dari Partai Pribumi Bersatu Malaysia yang merupakan partai yang ia dirikan dan sempat membawanya meraih kemenangan pada Pemilu Malaysia.

Pernyataan tersebut disampaikan pada hari Kamis, 28 Mei 2020 oleh Partai Bersatu yang menyatakan bahwa keanggotaan Mahathir telah dicabut.

Dikutip Aljazeera pada Jumat 29 Mei 2020, alasan Mahathir dipecat karena dianggap tidak mendukung pemerintahan Malaysia yang saat ini dipimpin oleh Muhyiddin Yassin, PM saat ini yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Bersatu.

Dalam surat yang beredar luas di media sosial, Partai Bersatu menyatakan bahwa Mahathir secara otomatis tidak lagi menjadi anggota setelah ia menunjukkan sikap menolak mendukung pemerintahan PM Muhyiddin Yassin dengan duduk bersama oposisi ketika pertemuan parlemen pada pekan lalu.

Keaslian surat-surat yang beredar tersebut dikonfirmasi oleh seorang pembantu Muhyiddin. Sedangkan, kantor Mahathir Mohamad belum mau menanggapi dengan alasan belum melihat surat tersebut secara langsung.

Sebelum memutuskan untuk berhenti dari jabatan perdana menteri pada Februari lalu, Mahathir tercatat sebagai pemimpin pemerintahan tertua di dunia dengan usianya yang mencapai hampir 95 tahun.

Kemunduran Mahathir sempat menimbulkan perebutan kekuasaan di Negeri Jiran itu, hingga akhirnya Muhyiddin Yassin dilantik sebagai perdana menteri Malaysia yang baru pada 1 Maret.
Muhyiddin mengepalai koalisi yang didukung oleh United Malays National Organisation (UMNO), partai politik terbesar di Malaysia.

Mahathir diketahui dengan sengit menentang pemerintahan Malaysia di bawah Muhyiddin dan mencela mantan sekutunya tersebut sebagai pengkhianat. Selain Mahathir, empat legislator lain juga dipecat dari Partai Bersatu termasuk putra Mahathir, Mukhriz. Mukhriz pada awal bulan ini juga baru saja digulingkan dari kepala pemerintahan negara bagian Kedah oleh aliansi yang sama yang memberi Muhyiddin jabatan tertinggi.

Baca juga: George Floyd Tewas di Lutut Polisi AS Berujung Penjarahan di Mana-mana?

Laporan: Dion Yudhantama