Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Jumat, 29 Mei 2020 | 17:02 WIB

Fakta-fakta Kematian George Floyd yang Memicu Kerusuhan di AS

Team VIVA »
Daurina Lestari
Isra Berlian
Foto :
  • aljazeera.com
Unjuk rasa atas meninggalnya George Floyd.

VIVA – Sejumlah pengunjuk rasa mendatangi kantor polisi Minneapolis pada hari Kamis waktu setempat setelah insiden seorang pria berkulit hitam George Floyd tewas lantaran lehernya tercekik oleh lutut petugas kepolisian dalam keadaan tangan terborgol. 

Dalam sebuah video streaming menunjukkan gedung yang telah ditinggalkan oleh para petugas polisi tersebut ludes terbakar. Namun, belum ada tanggapan dari juru bicara kantor kepolisian. 

Baca Juga

Protes yang terjadi di berbagai daerah di Amerika Serikat ini terjadi lantaran insiden meninggalnya George Floyd pada Senin kemarin. Dalam sebuah rekaman, terlihat sebelum menemui ajalnya Floyd sempat meronta dan mengatakan bahwa dirinya tidak bisa bernapas ketika Derek Chauvin, petugas kepolisian Minesotta, menekan lututnya ke leher Flyod. Namun, rintihan Flyod itu tak digubris sang polisi hingga beberapa menit kemudian Floyd perlahan berhenti berbicara dan bergerak.

Aksi demonstrasi menuntut keadilan atas kematian Flyod pada Senin lalu pun meluas hingga ke berbagai daerah di Amerika. Akibatnya Kamis waktu setempat sejumlah pertokoan di Twin Cities ditutup untuk mencegah penjarahan. Bukan hanya itu saja, kota Minneapolis juga mematikan hampir seluruh sistem lampu lalu lintas keretanya dan semua layanan bus hingga hari Minggu untuk alasan  keamanan.

Di St. Paul, kepulan asap mengembang menghiasi aksi bakar yang dilakukan oleh para pengunjuk rasa. Para petugas kepolisian yang bersenjatakan tongkat, lengkap dengan masker gas dan pelindung tubuh mengawasi para pengunjuk rasa di sepanjang salah satu lokasi komersial utama kota itu dan berusaha mencegah penjarah, yang juga menghancurkan sejumlah kaca jendela pertokoan lain.

Baca juga: Identitas 4 Oknum Pemicu Kerusuhan di Minneapolis, Memang Polisi Kotor

Ratusan pengunjuk rasa menuntut keadilan

Ratusan demonstran pada Kamis waktu setempat kembali ke lokasi terjadinya kekerasan yang menimpa Flyod. Para pengunjuk rasa itu melakukan aksi protes sambil menyanyikan lagu "Redemption Song" milik Bob Marle. Tidak hanya itu saja, para demonstaran juga membawa sebuah boneka pakaian dari Target yang dijarah dan melemparkannya ke mobil yang terbakar.  

Berbeda dengan di Minneapolis, sejumlah demonstran memilih untuk melakukan aksi damai di jalan-jalan sambil menyerukan keadilan.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Ilmuwan Indonesia Ungkap Uji Coba AS Buat Obat Covid-19
BERITA - 3 bulan lalu
Terpopuler