Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 30 Mei 2020 | 00:38 WIB

Australia Prioritaskan Bantu Indonesia Saat Pandemi Corona

Foto :
  • abc
Pandemi COVID-19 menyebabkan Australia mengubah pola penyaluran bantuan luar negeri, dengan lebih fokus pada tiga negara termasuk Indonesia.

Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia.

Strategi bantuan luar negeri Australia di masa pandemi COVID-19 mengalami pembaruan, yang kini hanya difokuskan pada kelompok negara prioritas pertama, yaitu Indonesia, Timor Leste dan kawasan Pasifik.

Baca Juga

Strategi yang tertuang dalam program Kemitraan untuk Pemulihan dirilis oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) hari Jumat (19/05), yang menetapkan pendekatan baru dalam penyaluran bantuan pembangunan Australia dua tahun ke depan.

Menteri Luar Negeri Marise Payne dalam kata pengantar dokumen itu menyebutkan, negara-negara tetangga Australia mengalami kerentanan terhadap dampak kesehatan dan ekonomi dari COVID-19.

"Pertumbuhan, keterbukaan, dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik yang menunjang kesejahteraan dan keamanan Australia selama beberapa dekade kini mengalami risiko," kata Menlu Payne dalam dokumen yang diakses ABC.

"Bagaimana tetangga kita keluar dari krisis ini akan menentukan keadaan ekonomi dan strategis Australia untuk beberapa dekade mendatang," tambahnya.

Perubahan pendekatan ini menempatkan negara-negara di kawasan Pasifik, Timor-Leste dan Indonesia kini dinominasikan sebagai "prioritas tingkat pertama".

Ekspat Australia Menolong Warga Lokal Aksi ekspat Australia di Indonesia

Merasa sebagai rumahnya sendiri, sejumlah warga Australia di Indonesia ikut membantu warga lokal.

Strategi ini akan mengalihan dana yang ada untuk difokuskan pada masalah kesehatan, stabilitas dan pemulihan ekonomi di negara-negara prioritas, seperti Indonesia.

Menteri Urusan Pembangunan Internasional dan Pasifik di Australia, Alex Hawke menyatakan, negara-negara prioritas ini merupakan negara yang paling banyak memiliki kemitraan serta yang paling bisa berdampak pada Australia.

"Skala krisis akibat COVID-19 akan mengurangi sumber daya yang kami miliki, termasuk anggaran ODA (Official Development Assistance)," demikian pernyataannya dalam dokumen tersebut.

Sejauh ini sudah AU$280 juta dana yang kembali dialokasikan karena dampak COVID-19, termasuk AU$100 juta untuk membantu negara-negara Pasifik dalam membiayai pelayanan dasar.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia
TVONE NEWS - 3 bulan lalu
Terpopuler