Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Apakah Benar RI Diuntungkan dari Perdagangan Bebas dengan Australia

Jumat, 12 Juni 2020 | 04:10 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Presiden Joko Widodo mengatakan dengan adanya perjanjian perdagangan baru kerja sama bilateral dengan Australia akan lebih terarah.

Persetujuan Kemitraan komprehensif di bidang ekonomi antara Indonesia-Australia atau "Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement" (IA-CEPA) sudah melalui proses ratifikasi dari kedua negara dan efektif akan berlaku tanggal 5 Juli nanti.

KP IA CEPA

  • Berbeda dengan perjanjian dagang sebelumnya, IA-CEPA lebih mengedepankan kemitraan
  • Sektor kesehatan dan pendidikan di Indonesia akan yang ditawarkan lebih dulu
  • Perjanjian ini dianggap kurang menguntungkan dari neraca perdagangan Indonesia

IA-CEPA merupakan sebuah perjanjian yang mengedepankan aspek kerja sama kooperatif antara Indonesia dan Australia, di luar dari negosiasi pasar yang tercantum dalam bentuk perjanjian lain, yaitu "Free Trade Agreement" (FTA).

Baca Juga

Melalui perjanjian bilateral yang diawali dengan kesepakatan deklarasi pada bulan April 2005 lalu, kedua negara mengusahakan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Saat berkunjung ke Australia dan bertemu dengan Perdana Menteri Scott Morrison bulan Februari lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan kerja sama antara kedua negara akan lebih baik.

"Hubungan ekonomi kedua negara secara komprehensif akan lebih maju dan harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat kedua negara," ujar Presiden Jokowi.

Menurut Shinta Widjaja Kamdani, wakil ketua umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), yang turut berpartisipasi dalam penyusunan IA-CEPA, kemitraan tersebut berbeda dibandingkan kerja sama dengan Australia yang pernah ada.


Parlemen Indonesia telah meratifikasi perjanjian kerja sama perdagangan baru dengan Australia.

ABC News: Ari Wuryantama

 

Shinta menjelaskan jika "Free Trade Agreement" lebih bersifat "liberalisasi", sementara perjanjian baru ini lebih menekankan pada kemitraan.

"Kalau CEPA ada aspek facilitation [fasilitasi] dan capacity building [pengembangan kapasitasnya]. Jadi ada cooperation [kerja sama] aspeknya," katanya.

"Ini yang membuat sedikit berbeda dengan hanya sekedar menawar untuk membuka pasar dan bisa menurunkan tarif," tambah Shinta.

Sektor pendidikan dan kesehatan segera bergerak


Monash University asal Melbourne mengatakan akan membuka kampus di Jakarta pada akhir tahun 2021.

Monash University Clayton Campus Facebook

 

Dengan fokus pada pengembangan kapasitas, ratusan warga Indonesia akan mendapat kesempatan mendapat pelatihan di Australia selama enam bulan.

Pelatihan ini mencakup beberapa bidang, seperti kesehatan, pendidikan, pariwisata, Teknologi Informasi (TI), dan "e-commerce" atau perdagangan elektronik.

"Saya rasa skills [keterampilan] ini menjadi hal yang sangat penting, termasuk vocational training [pelatihan kejuruan] karena di Indonesia, seperti diketahui, ini kekurangan kita, selama ini kita kekurangan skill workers [atau pekerja terampil]," kata Shinta.

"Ini kesempatan bagi Pemerintah Australia untuk memberikan kita lebih banyak pelatihan dan pendidikan," tambahnya.


Shinta dari Kamar Dagang dan Industri mengatakan kerjasama Indonesia akan memberikan kesempatan pelatihan bagi warga Indonesia.

Koleksi pribadi

 

Lihat artikel asli
Read more...
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler