Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kisah Anak Dipaksa Orang Tua Bertindak Seksual untuk Dijual ke Pedofil

Kamis, 2 Juli 2020 | 12:56 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Sejak bulan Mei, delapan perempuan Filipina ditahan karena menjual jasa anak-anak mereka di internet dan 56 anak-anak diselamatkan pihak berwenang.

Usia rata-rata para korban adalah 11 tahun dan hampir semuanya adalah anak perempuan.

Tanpa adanya campur tangan dari pihak luar, tindakan keji tersebut rata-rata berlangsung selama empat tahun.

Baca Juga

Menurut penelitian IJM, orang tua perempuan atau sanak keluarga perempuan memiliki motivasi "keuangan dan bukannya motivasi seksual dalam melakukan tindakannya".

Pandemi COVID-19 meningkatkan kegiatan di online

Insiden eksploitasi seksual terhadap anak-anak lewat online meningkat tiga kali lipat dalam beberapa bulan terakhir.

Para pakar mengatakan pandemi COVID-19 membuat anak-anak berada di rumah dalam waktu panjang, bersama dengan orang tua yang kehilangan pekerjaan dan berusaha mencari pendapatan baru.


Situasi lockdown di Filipina karena pandemi COVID-19 menyebabkan eksploitasi meningkat di internet karena orang tua memerlukan pendapatan baru. (Reuters: Eloisa Lopez)

 

Jumlah perempuan yang ditahan karena memfasilitasi kegiatan ini juga meningkat sejak pandemi dimulai beberapa bulan lalu.

Sejak bulan Mei, delapan perempuan Filipina sudah ditahan karena menjual anak-anak mereka di internet, dan 56 anak-anak sudah diselamatkan oleh pihak berwenang.

Dalam satu kasus, tujuh anak-anak termasuk bayi perempuan berusia tiga bulan diselamatkan dari sebuah rumah di pinggiran kota Manila.

Ibu mereka yang berusia 28 tahun dikenai tuduhan menjual dua anak laki-laki dan dua anak perempuannya kepada pedofil di internet.

Seorang tetangga perempuan juga dikenai tuduhan mengambil uang kirim dari sebuah tempat penerimaan.

"Pelaku mungkin melihat tindakan mereka sebagai tindakan beresiko rendah karena mereka melakukannya dari rumah mereka sendiri," kata Sersan Detektif Marshall yang sekarang ditugaskan oleh AFP di Manila.

Para petugas AFP ditugaskan di Filipina guna membantu negeri itu menangani kejahatan seksual online tersebut dan menemukan pelaku pedofil asal Australia berdasarkan informasi atau jejak transaksi keuangan yang dilakukan.

Beberapa warga Australia sudah ditahan selama beberapa bulan terakhir dan dikenai tuduhan melakukan kejahatan seksual melibatkan anak-anak di Filipina.

Lihat artikel selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

Lihat artikel asli
Read more...
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler