Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kamis, 2 Juli 2020 | 16:29 WIB

Donald Trump Berubah: Saya Sepenuhnya Dukung Pakai Masker

Foto :
  • bbc
Reuters

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sejak lama menentang penggunaan masker di tempat umum, mengatakan bahwa ia `sepenuhnya mendukung pemakaian masker` dan masker membuatnya terlihat seperti karakter Lone Ranger.

Padahal, pada April lalu, Trump berkeras menolak memakai masker. "Saya rasa saya tidak akan melakukannya," katanya saat itu. "Mengenakan masker saat saya menyapa presiden, perdana menteri, diktator, raja, ratu - saya hanya tidak bisa membayangkannya.

Baca Juga

Trump juga menyatakan bahwa masker tidak perlu menjadi kewajiban untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Trump kembali memperkirakan infeksi akan "menghilang," walau AS mencapai rekor kasus Covid-19 harian tertinggi dengan 52.000 kasus.

Pernyataannya kepada Fox News muncul sehari setelah seorang Republikan terkemuka meminta Trump untuk memakai masker sebagai contoh bagi masyarakat.

AS kini mencatat hampir 2,7 juta kasus positif Covid-19 dan lebih dari 128.000 kasus kematian, menurut Universitas Johns Hopkins, yang melacak pandemi tersebut.

 

Reuters
Seorang pendukung Trump di Phoenix, Arizona, 23 Juni lalu.

 

 

Apa pernyataan Presiden Trump?

 

Berbicara kepada Fox Business Network pada Rabu (01/07), Trump berkata: "Saya sepenuhnya mendukung pemakaian masker."

Ketika ditanya apakah dia akan mengenakan masker, presiden berkata: "Jika saya berada dalam situasi yang padat bersama orang-orang lain, saya pasti akan mengenakannya." Dia menambahkan bahwa orang-orang sebelumnya telah melihat dirinya memakai masker.

Trump mengatakan ia akan "tidak punya masalah" dengan mengenakan masker di depan umum dan ia "agak suka" penampilan dirinya saat memakai masker. Trump bahkan menyamakan dirinya dengan Lone Ranger, seorang pahlawan fiktif bertopeng,

Tetapi Trump menegaskan bahwa pemakaian masker tidak perlu diwajibkan di seluruh AS, karena ada "banyak tempat di negara di mana orang tinggal dengan jarak yang sangat jauh".

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
AS Tuding WHO Bela China Revisi Data Korban Corona di Wuhan
BERITA - 4 bulan lalu
Terpopuler