Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Rabu, 15 Juli 2020 | 02:41 WIB

Inggris Hadapi Gelombang Kedua COVID-19 yang Berpotensi Lebih Buruk

Foto :
  • bbc
BBC Indonesia

 

Getty Images

 

Baca Juga

Inggris bisa mencatat 120.000 kematian akibat virus corona dalam gelombang kedua COVID-19 pada musim dingin mendatang, sebut sejumlah ilmuwan.

Sebuah tim peneliti yang diminta membuat skenario terburuk paling masuk akal di Inggris, menghitung akan ada 24.500 hingga 251.000 orang meninggal dunia terkait virus corona di rumah sakit saja. Rentetan kematian itu diproyeksikan memuncak pada Januari dan Februari 2021.

Proyeksi itu dibuat dengan asumsi tanpa pemberlakuan karantina wilayah alias lockdown, penanganan, atau vaksin.

"Risiko ini...bisa dikurangi jika kita mengambil tindakan secepatnya," kata para ilmuwan tersebut.

Sejauh ini, ada sebanyak 44.830 orang tercatat meninggal dunia akibat COVID-19 di Inggris. Namun, angka kematian pada Juli melambat hingga mencapai 1.100 orang.

Puncak pertama COVID-19 di Inggris terjadi pada awal April, dan pada awal Mei lalu, jumlah kematian melewati angka di Italia.

 

 

Laporan tersebut, yang diminta kepala penasihat sains Inggris, Sir Patrick Vallance, menekankan adanya derajat ketidakpastian yang tinggi mengenai sifat pandemi virus corona pada musim dingin mendatang.

Riset mengindikasikan virus itu bisa hidup lebih lama dalam kondisi yang lebih dingin dan amat mungkin menyebar ketika khalayak berada di dalam ruangan.

Para pakar risau bahwa Layanan Kesehatan Inggris (NHS) akan berada dalam tekanan ekstrem, tak hanya dari kebangkitan kembali virus corona, tapi juga flu musiman, dan beban kasus-kasus penyakit non-virus corona.

Layanan kesehatan itu sudah mengalami gangguan parah pascagelombang pertama, dengan daftar antrean yang mencapai 10 juta orang sampai akhir tahun, menurut laporan tersebut.

 

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia
TVONE NEWS - 4 bulan lalu
Terpopuler