Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Banyak Orang Masuk Kerja padahal Sakit, COVID-19 di Victoria Tinggi

Senin, 27 Juli 2020 | 18:03 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Sektor industri penting tetap beroperasi selama berlakunya pembatasan sosial tahap ketiga di negara bagian Victoria, Australia.

Menteri Utama negara bagian Victoria, Australia, Premier Daniel Andrews menyatakan hingga saat ini masih banyak warganya yang tetap masuk kerja padahal sudah mengalami gejala COVID-19. Hal ini menjadi salah satu faktor tingginya penularan virus corona di Melbourne.

Hari Senin (27/07), negara bagian Victoria mencatat rekor jumlah penularan harian tertinggi, yaitu 532 kasus baru, sejak pandemi terjadi beberapa bulan lalu.

Baca Juga

Dari jumlah tersebut, sebanyak enam orang meninggal dunia, lima di antaranya berasal dari klaster panti jompo.

Victoria kini mencatat 4.542 kasus aktif, 683 di antaranya terkait dengan panti jompo, serta 400 kasus terkait dengan tenaga kesehatan.

Saat ini ada 245 orang yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, 44 orang di antaranya dalam perawatan intensif.

Jumlah penularan virus corona setiap hari dalam sepekan terakhir yang mengalami naik turun (ABC Indonesia)

Menurut pejabat medis tertinggi Victoria Profesor Brett Sutton penyebaran COVID-19 di panti jompo merupakan akibat dari "penularan antar warga".

Prof Sutton menjelaskan klaster panti jompo di Victoria meliputi:
- 84 kasus terkait dengan St Basil"s Home for The Aged di Fawkner
- 82 kasus terkait dengan panti jompo Estia di Ardeer
- 77 kasus terkait dengan Epping Gardens Aged Care di Epping
- 62 kasus terkait dengan panti jompo Menarock Life di Essendon
- 53 kasus terkait dengan Glendale Aged Care di Werribee
- 57 kasus terkait dengan panti jompo Kirkbrae Presbyterian di Kilsyth
- 50 kasus terkait dengan panti jompo Estia di Heidelberg

Penularan yang terjadi merata antara pegawai dan penghuni panti jompo.

Profesor Sutton menambahkan penghuni panti saat ini "sangat berisiko mengalami kematian".

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler