Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Eko asal Yogyakarta Sudah Donor Darah 100 Kali di Australia

Selasa, 28 Juli 2020 | 12:10 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Eko Ariyanto sudah mulai menyumbang darah sejak menjadi mahasiswa ketika tinggal di Indonesia

Artikel ini diproduksi oleh ABC Indonesia

Apa salah satu kebiasaan yang anda lakukan? Eko Ariyanto, seorang warga asal Yogyakarta yang sekarang tinggal di Melbourne memiliki kebiasaan yang ia bawa dari Indonesia.

Baca Juga

Eko rutin menyumbangkan darahnya dan minggu lalu adalah donor darah yang ke-100 kalinya di Australia.

Dalam percakapan dengan wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya, Eko mengatakan semasa menjadi mahasiswa di Universitas Tarumanegara, Jakarta, di tahun 1990-an, dia sudah mulai menyumbang darah.

"Secara rutin di kampus Untar di mana saya kuliah dulu, selalu melihat ada kegiatan donor darah dari PMI," kata pria yang bekerja sebagai internal auditor di sebuah perusahaan pertambangan di Australia tersebut.

"Waktu saya ke Melbourne untuk studi S2 saya tergerak lagi untuk donor darah di sini," kata Eko ayah dari dua anak tersebut.

"Sejak saat itu saya berusaha untuk mendonor darah setiap kali ada kesempatan," ujarnya.

Ada dua jenis sumbangan darah yang bisa dilakukan di Australia, yaitu sel darah dan plasma darah.

Menyumbang darah di Australia pun tidak bisa dilakukan setiap saat.

Untuk sel darah keseluruhan, sumbangan hanya bisa diberikan setiap 12 minggu sekali. Sehingga untuk mencapai 100 kali seperti Eko, artinya diperlukan waktu sekitar 25-30 tahun untuk melakukannya.

Syarat lainnya adalah mereka yang sering melakukan perjalanan ke luar Australia, termasuk ke negara berisiko tinggi malaria seperti di sejumlah kawasan di Asia Tenggara, harus menunggu tiga bulan sebelum menyumbang darah.

"Pada suatu waktu saya harus puasa berdonor darah karena untuk urusan kerjaan saya harus rutin bolak balik ke Filipina," kata Eko.

Lantas bagaimana Eko bisa menyumbangkan darahnya setiap dua minggu sekali?

"Saya mencoba untuk donor plasma, ternyata untuk donor plasma tidak diharuskan untuk menunggu tiga bulan kalau kembali dari luar negeri," jelasnya.

Sejak dia mengetahui tidak adanya pantangan untuk donor plasma, Eko kemudian rutin menjadi donor plasma.

"Kebetulan juga kantor saya di Melbourne CBD sangat dekat hanya bersampingan dengan tempat untuk donor darah," tambahnya.

Eko Ariyanto bersama adiknya Natalia Dewiyani yang sedang menjalani perawatan kanker di tahun 2015.

Koleksi pribadi

Tergerak akibat apa yang dialami adiknya

Eko tergerak menyumbang darah pada awalnya karena adik perempuannya Natalia Dewiyani pernah, yang sudah dua kali terkena kanker.

"Salah satu adik saya waktu dia masih kecil dulu pernah operasi di rumah sakit dan membutuhkan darah untuk operasinya," katanya.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler