Ibadah Haji Terbatas saat Pandemi COVID-19: Sejumlah Bisnis Terpukul

Ibadah haji tahun ini akan sangat berbeda.-Getty Images
Sumber :
  • bbc

Seraya membenamkan kepala di tangannya, Sajjad Malik terlihat sedih. Kantor pemesanan taksi yang dia kelola dekat Masjidil Haram di Mekah kosong. "Tak ada pekerjaan, tak ada gaji, tak ada apa-apa," katanya.

"Biasanya dua atau tiga bulan sebelum ibadah haji, saya dan para pengemudi menghasilkan cukup uang untuk bertahan selama sisa tahun ini. Tapi sekarang tidak ada apa-apa."

Salah satu pengemudinya, Samiur Rahman, salah satu pekerja asing di Arab Saudi, mengabari kantornya tentang keadaan di jalan-jalan sekitar menara jam Mekah yang populer.

Lautan peziarah hilang. Biasanya para peziarah berbaris di jalan-jalan, berpakaian putih, dengan memakai payung untuk melindungi diri dari panas yang hebat.

Saat ini mobil-mobil kosong tanpa penumpang dan kota terlihat seperti kota hantu. Karyawan Sajjad hanya mengirimnya video-video merpati yang memenuhi jalan.

Sajjad Malik
"Pengemudi saya tidak bisa makan dan sekarang mereka tidur berempat atau berlima di satu kamar yang sebetulnya hanya cukup untuk dua orang," kata Sajjad.

 

"Pengemudi saya tidak bisa makan dan sekarang mereka tidur berempat atau berlima di satu kamar yang sebetulnya hanya cukup untuk dua orang," kata Sajjad.

Saya bertanya kepadanya apakah dia menerima bantuan pemerintah. "Tidak, tidak ada bantuan, tidak ada. Saya punya tabungan yang kami habiskan. Tapi saya punya banyak staf - lebih dari 50 orang bekerja untuk saya - dan mereka menderita.

"Salah satu teman saya menelepon kemarin, dan mengatakan, `Tolong saya butuh pekerjaan, saya bahkan tidak peduli berapa gaji yang akan Anda bayar.` Percayalah, orang-orang menangis. "