Ibadah Haji Terbatas saat Pandemi COVID-19: Sejumlah Bisnis Terpukul

Ibadah haji tahun ini akan sangat berbeda.-Getty Images
Sumber :
  • bbc

"Pada dasarnya, bisnis kami `nol`. Bahkan kegiatan layanan perjalanan lainnya tidak berjalan. Seperti penerbangan, logistik, pengiriman - jadi tidak ada yang bisa dijual. Sejujurnya, kami tidak sepenuhnya siap untuk ini.

"Kami harus mengurangi jumlah staf kami ke jumlah minimal. Kami terpaksa menjual aset, mobil, dan beberapa properti kami, untuk setidaknya melewati tahap ini. Saya membantu beberapa anggota tim saya dengan dana darurat, tetapi hanya itu yang saya lakukan saat ini.

Pembatasan tahun ini juga berdampak besar pada kota-kota Mekah dan Madinah, yang menerima miliaran dolar dari bisnis terkait jemaah haji.

"Meskipun sebagian besar biaya pelaksanaan ibadah haji menjadi lebih hemat tahun ini, Mekah dan Madinah akan merugi sekitar $ 9 milyar - $ 12 milyar (lebih dari Rp 130 triliun)," kata Mazen Al Sudairi, kepala penelitian di perusahaan jasa keuangan Al-Rajhi Capital di Riyadh.

EPA
Ibadah haji adalah salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia. (Gambar tahun 2016)

 

Al-Sudairi mengatakan pemerintah telah turun tangan untuk membantu. "Mungkin usaha kecil dan menengah menderita, tetapi bank sentral Saudi berusaha mendukung segmen ini dengan memberi mereka bantuan. Bank itu menunda kewajiban pembayaran pinjaman mereka untuk dua atau tiga bulan lagi.

"Kami percaya bahwa kami menghadapi masa pemulihan - kami pikir yang terburuk ada di belakang kami."

Lebih dari 80% pendapatan nasional Arab Saudi berasal dari minyak, tetapi harga minyak anjlok, dan memaksa negara itu untuk melakukan diversifikasi. Namun segalanya belum berjalan dengan baik, menurut Alexander Perjessy dari Moody`s Sovereign Risk Group.

"Pemerintah mengumumkan pada Maret 2020 akan menunda berbagai pungutan wajib, serta Pajak Pertambahan Nilai, selama tiga bulan. [Tapi] ini tidak akan mencegah resesi di sektor ekonomi non-minyak - kami pikir sektor itu akan berkontraksi sekitar 4%, "katanya.