Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Nasib Mahasiswa Indonesia Batal ke Australia karena Pandemi COVID-19

Rabu, 29 Juli 2020 | 17:28 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Karena ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19, Brian memutuskan untuk batal kuliah di Australia dan melanjutkan di Indonesia.

Masih ditutupnya perbatasan Australia bagi warga negara asing telah menahan langkah mahasiswa baru asal Indonesia yang hendak kuliah di Australia. Padahal mereka sudah siap terbang untuk memulai menuntut ilmu di negara baru.

Seperti yang dialami Humberto Brian Buntoro, akrab disapa Brian, yang seharusnya terbang ke Sydney bulan Agustus nanti untuk melanjutkan studinya di University of New South Wales (UNSW).

Baca Juga

Brian yang berasal dari Jakarta terpaksa membatalkan rencana untuk mempelajari bidang Manajemen Bisnis di Sydney, karena ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19.

"Menurut saya ini adalah keputusan yang agak sulit, karena sudah planning [merencanakan] semuanya, dari IELTS, rapor … semua dari A ke Z sudah di-prepare [dipersiapkan]," kata Brian.

Mendengar kabar soal penularan virus corona di Jakarta semakin parah April lalu, ia khawatir akses keluar-masuk antar Indonesia dan Australia akan menjadi semakin sulit ke depannya.

Apalagi sempat ada berita dari Australia yang menarik perhatiannya, yang menyebutkan Indonesia akan menjadi pusat baru penularan virus corona.

Ia mengaku khawatir jika dia tidak bisa kembali ke Indonesia lagi dan "takut di-"lockdown"".

Brian yang sudah berharap bisa mendapat pengalaman kuliah di luar negeri, memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S1 di Indonesia.

"Jujur kuliah di Australia sebenarnya bukan keinginan saya. Kalau saya ke mana saja boleh … cuma karena kakak saya ada di Australia, saya diminta menemani," katanya.

"Kuliah di Indonesia pun tidak apa-apa. Kalau ada kondisi apa saja saya terima. Mungkin ada rencana Tuhan yang lebih baik, daripada memaksakan dan menyesal."

Ia merasa beruntung karena belum sempat membayar uang kuliah du Australia, sehingga tidak terbebani ketika harus mengubah rencana kuliahnya.

Boni memutuskan untuk memundurkan semesternya hingga Februari 2021 dan mengorbankan kesempatan untuk memperoleh cum laude. (Supplied: Duta Noor Vijaya Rianto)

Lebih baik menunda semester daripada kuliah online

Berbeda dengan Brian, Duta Noor Vijaya Rianto yang akrab disapa Boni, melakukan "defer" atau menunda waktu masuk kuliahnya hingga Februari 2021.

Keputusan ini menyebabkan Boni, yang juga menempuh program "double degree", atau dua gelar, dari Universitas Indonesia (UI), kehilangan kesempatan untuk mendapatkan cum laude.

"Untuk di UI, ada peraturan kalau mau cum laude, tidak boleh cuti, karena saya hitungannya cuti sekarang. Jadi banyak yang berpikir daripada cuti satu semester lebih baik kuliah walaupun online," kata dia.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler