Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

University of Melbourne Ungkap Investigasi Pelecehan Seks Mahasiswa RI

Jumat, 31 Juli 2020 | 10:38 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
University of Melbourne telah melakukan investigasi terhadap dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa asal Indonesia.

University of Melbourne mengeluarkan hasil investigasi terhadap kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswanya asal Indonesia. Sementara di Indonesia, kasus tuduhan dengan 30 pelapor perempuan masih terbuka.

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Indonesia di University of Melbourne berawal saat Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menyelidiki dugaan pelecehan seksual yang dilakukan alumninya, yang saat itu juga sedang menempuh pendidikan di Melbourne dengan beasiswa dari Pemerintah Australia.

Baca Juga

UII merujuk mahasiswa tersebut dengan sebutan "IM", namun LBH Yogyakarta yang mendampingi setidaknya 30 pelapor dalam jumpa persnya menyebutkan nama Ibrahim Malik dengan identitas mahasiswa di University of Melbourne serta penerima beasiswa "Australia Award Scholarship".

Awal Mei lalu, Meila Nurul Fajriah dari LBH Yogyakarta dalam jumpa pers mengatakan lembaganya menerima laporan pelecehan seksual yang dilakukan Ibrahim yang terjadi sejak tahun 2016 dan terjadi di Indonesia dan Australia.

Setelah melakukan investigasi independen yang melibatkan investigator eksternal, pihak Universitas Melbourne akhirnya mengambil keputusan.

"Mahasiswa University of Melbourne tersebut tidak melanggar kebijakan atau kode etik Universitas dan tidak ada cukup bukti bahwa ia bertindak melawan hukum."

LBH Yogyakarta menyatakan Ibrahim Malik diduga menghubungi beberapa perempuan melalui telepon seluler. (Unsplash: Katka Pavlickova)

Menurut juru bicara University of Melbourne, keputusan ini diambil setelah penyelidik eksternal memeriksa berdasarkan pengaduan formal dari seorang perempuan.

"Universitas menunjuk penyelidik eksternal untuk memeriksa tuduhan setelah seorang perempuan mengajukan pengaduan formal sesuai proses [yang berlaku dalam] Kebijakan Perilaku Mahasiswa."

"Tuduhan [dalam pengaduan itu] itu tidak melibatkan kontak fisik," katanya.

University of Melbourne menjelaskan ada pula perempuan kedua yang menyampaikan keluhan, namun tidak mengajukan pengaduan formal.

"Kedua perempuan yang sekarang tinggal di luar Australia ini, mendapat dukungan dari pihak Universitas selama proses ini, dan mahasiswa yang bersangkutan juga ditawari bantuan."

Melalui pernyataan yang diterima ABC, University of Melbourne juga mengatakan jika hasil investigasi ini sudah disampaikan ke semua pihak.

"Perempuan [yang mengajukan pengaduan formal] dan mahasiswa yang bersangkutan telah diberitahu tentang hasil penyelidikan ini. DFAT juga telah kami beritahu hasilnya."

Dari penelusuran ABC, diketahui ada tiga mahasiswi di Melbourne yang mengaku mengalami pelecehan seksual, dua di antaranya berbicara kepada ABC.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler