Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Menjadi Ayah Rumah Tangga: Pergeseran Peran Suami-Istri?

Minggu, 2 Agustus 2020 | 09:43 WIB
Foto :
  • dw
picture-alliance/dpa/M. Skolimowska

Di sebuah taman bermain di tengah Kota, Bonn Jerman, Alfred Kiel membuka kotak makan siang, memberikan sepotong roti cokelat kepada putrinya yang berusia enam tahun, Suzanne dan mereka makan bersama-sama.“Enak,“ kata putrinya yang menggelayut manja di lengan sang ayah,“Papa yang panggang rotinya,“ lanjutnya sambil tersenyum dan lari ke arah perosotan, bermain dengan anak-anak lainnya.

Sejak awal pandemi COVID-19, Alfred mengalami pemotongan kerja sebagai koki di restoran tempat ia mencari nafkah. Pria berusia 33 tahun itu masih menerima tunjangan 67% gaji selama pandemi, namun dirumahkan. Istrinya, Mandy yang telah setahun bekerja sebagai perawat, kini menjadi tulang punggung keluargamereka.

Baca Juga

“Kini saya sepenuhnya yang mengurus Suzanne, mulai dari memandikannya, mengajak bermain, menemani belajar, sampai urusan mencuci baju hingga masak, karena kalau tidak, kasihan istri saya yang sudah membanting tulang harus mengerjakan lagi tugas domestik,“ ujar Alfred sambil melambaikan tangan ke arah seorang pria lain yang baru datang ke taman bermain yang sama dengan dua putrinya. Kedua anak yang dibawa Alex langsung menghambur ke arah perosotan di taman itu bergabung dengan Suzanne dan anak-anak lainnya, tertawa-tawa bergembira.

“Kami berkenalan di taman ini. Namanya Alex, dia juga tidak bekerja. Hanya mengurus rumah dan anak-anak. Istrinya yang mencari nafkah sebagai guru di sebuah sekolah menengah. Hampir setiap sore kami play date, sesama ayah mengajak anak-anak bermain di taman ini,” papar Alfred.

Menyesuaikan diri, memberi kesempatan maju bagi istri

Di Kota Berlin, Stefan Arifin yang baru pindah dari Indonesia, baru membiasakan diri untuk play date, membawa putrinya bermain di taman pada akhir pekan, bersama para ayah lain yang juga membawa anak-anaknya, guna memberi kesempatan pada istri-istri mereka agar punya waktu bagi diri mereka sendiri.”Kita lagi coba tiap akhir pekan,” ujar Stefan Arifin yang bekerja di sektor otomotif di sebuah perusahaan Turki. ”Saya pergi berdua sama anak saya Sabine, biar mamanya di rumah, break begitu ya dari mengurus anak," ujarnya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler