Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Cerita Kencan Para Pengidap Kanker Usia Muda, Mengoyak-oyak Rasa

Kamis, 13 Agustus 2020 | 09:30 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
BBC Indonesia

Berkencan saat ini sudah cukup sulit dengan adanya pandemi Covid-19, tapi apa yang akan Anda lakukan bila Anda juga memiliki kanker? Jurnalis BBC Keiligh Baker mengeksplorasi berbagai tantangan saat ia berusaha menemukan cinta.

“Saya didiagnosa dengan myeloid leukemia kronis tiga tahun lalu, saat saya berusia 27 tahun. Saat itu, saya sudah tujuh bulan menjalin hubungan dekat dengan calon kekasih saya, ketika saya kerap sesak napas, kehilangan berat badan, dan mengalami memar yang tidak jelas penyebabnya, dan berakhir dengan penyelamatan ambulans udara yang dramatis dari sebuah pulau di Skotlandia.

Baca Juga

Saya bilang kepada kekasih saya, dia boleh meninggalkan saya tapi ia memutuskan tidak, walaupun pada Januari hubungan kami berakhir.

Leukemia yang saya alami adalah kondisi seumur hidup yang dapat ditangani, meskipun pengobatan hariannya berefek samping seperti kelelahan, nyeri tulang, dan berat badan bertambah.”

Dengan lockdown yang mendorong tingkat kebosanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, saya memutuskan untuk kembali berkencan dan mengunduh beberapa aplikasi, tetapi bagian tersulit adalah bagaimana Anda memberi tahu calon pasangan bahwa Anda menderita kanker?

 

 

Pencarian cepat Google mengungkapkan banyak nasihat yang berbasis di AS untuk orang tua.

Tidak menemukan saran yang relevan, saya lalu melacak beberapa orang muda lajang pengidap kanker untuk menanyai mereka tentang dilema kencan mereka.

`Kami saling tak jujur satu sama lain`

Emily Frost, 29, berasal dari Surrey-Inggris, didiagnosa kanker payudara pada tahun 2016, dan menyebar ke kelenjar getah bening.

Kondisi ini diketahui lebih awal, tetapi empat tahun kemudian Emily berhadapan dengan efek samping dan konsekuensi mental dan fisik dari perawatannya, termasuk menopause medik, kelelahan dan kecemasan.

Kemoterapi yang ia jalani juga membuatnya kehilangan rambut.

"Ketika Anda merasa terjebak dan merasa sangat menyedihkan, tanpa merasakan normalitas, Anda akan merasa perlu bicara dengan orang baru," kata Emily. "Saya mengunduh beberapa aplikasi kencan dan saya menggunakan foto waktu saya masih memiliki rambut."

Emily lalu bercakap-cakap dengan seorang pria yang mengajaknya pergi kencan. Emily menerimanya, lalu panik dengan kondisi rambutnya. Ketika ia tengah bingung memutuskan apa yang harus ia lakukan, pria itu mengirim pesan singkat.

"Oh ya, Saya baru saja mencukur rambut saya karena rontok."

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler