Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kondisi Pekerja WNI di Pabrik Daging Sempat Klaster Corona Australia

Kamis, 13 Agustus 2020 | 13:36 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Sejak pandemi COVID-19, Heri yang bekerja di Midfields Meats Warrnambool harus memakai masker setiap saat dan mengikuti protokol kesehatan lainnya yang semakin ketat.

Pabrik daging merupakan salah satu sumber penularan COVID-19 atau klaster tempat kerja terbesar di Victoria. Warga Indonesia yang bekerja di sana menceritakan seberapa ketat protokol kesehatan yang diberlakukan.

Pemerintah Victoria telah mengeluarkan daftar aturan bagi sektor manufaktur, termasuk untuk tempat pemotongan dan fasilitas pemrosesan daging yang sudah berlaku sejak 8 Agustus lalu.

Baca Juga

Peraturan ini membawa perubahan bagi Heri Purdiawan asal Pekalongan, Jawa Tengah, seorang pekerja berstatus casual atau lepasan di salah satu pabrik daging terbesar Victoria, Midfield Meats Warrnambool.

Miedfield group sebelumnya memperkerjakan 1.200 orang namun menurut pengamatan Heri, jumlah karyawan yang bekerja di sana telah dikurangi seiring dengan aturan untuk mengurangi produksi hingga sepertiga dari biasanya.

Karyawan pabrik daging tidak akan sepenuh ini lagi, karena produksi yang dikurangi dan pekerjanya wajib gunakan pelindung diri.

Foto: Koleksi Jane Ryan

Hal tersebut menimbulkan kerugian bagi pekerja yang sudah diberhentikan, namun menurutnya tidak berpengaruh besar terhadap pekerja yang masih dipertahankan.

"[Jumlah karyawan] otomatis berkurang, tapi jam kerja [yang bertahan] tetap sama," kata Heri kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.

"Dari sisi beban pekerjaan juga biasa saja. Kalau misalnya karyawan berkurang, produksi tetap, otomatis [kerjanya harus] semakin cepat saja," jelas Heri yang sudah bekerja di pabrik tersebut selama satu setengah tahun.

Baca juga: Kerja keras anak-anak muda Indonesia di pabrik daging AustraliaProtokol kesehatan di pabrik daging diperketat

Pabrik Midfields pernah tutup selama tiga hari setelah seorang instruktur yang baru mengunjunginya terbukti positif COVID-19.

ABC South-West Vic: Matthew Neal

Sejak wabah virus corona ada di Australia, Heri memperhatikan munculnya tata cara baru dalam bekerja, yang semakin ketat mengikuti perkembangan jumlah penularan virus corona di Victoria.

Menurut catatan Business Victoria, protokol yang disaksikan Heri harus juga sudah diterapkan di 120 fasilitas pemrosesan daging lainnya di Victoria.

"Di pabrik tempat saya bekerja, setiap mau masuk kerja harus memakai masker dan menggunakan hand sanitizer. Cuci tangan harus benar karena dicek juga," kata Heri.

"Temperatur kami dicek dan setiap minggu harus menjawab pertanyaan, contohnya apakah kamu selama seminggu ini ke Melbourne atau tempat yang banyak kasus."

Selain itu, menurut Heri, alat kerja dan benda di dalam pabrik juga semakin sering dibersihkan.

Fasilitas pemrosesan daging menjadi salah satu klaster terbesar COVID-19 di Victoria.

Caddie Brain

"Kalau setelah makan, petugas akan menyemprotkan disinfektan. Gagang pintu juga disemprot."

Perubahan yang dilakukan untuk kepentingan "social-distancing" juga ia saksikan di sana.

"Sebelumnya ada ruangan untuk makan atau istirahat yang bisa full, misalnya sampai 100 orang. Semenjak ada corona, dibuat tempat lagi … jadi satu tempat sekitar 20 orang," katanya.

Lihat artikel asli
Read more...
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler