Melbourne Perpanjang Lockdown, Para Pengusaha WNI Berusaha Bertahan

Pemerintah Victoria mengumumkan paket terbaru bantuan bisnis sebesar 3 miliar dolar termasuk bantuan tunai bagi pengusaha kecil dan menengah.
Sumber :
  • abc

Hal ini disebabkan karena meningkatnya jumlah pelancong dari Indonesia yang ingin ke luar negeri, juga disertai keinginan untuk didampingi "tour guide" dari Indonesia.

"Kami membuka usaha sejak tiga tahun lalu dan kenaikan bisnis kami sejak didirikan sampai saat itu sekitar 200 persen," jelasnya.

Karena peningkatan volume bisnis yang pesat, Dyah pun memutuskan untuk membeli satu mobil tur baru.

"Tapi baru berjalan sekitar enam bulan, kita kena lockdown. Jadi bantuan dari pemerintah boleh dikatakan terpakai buat membantu bayar cicilan mobil," ujar Dyah yang mayoritas kliennya dari Indonesia, selain dari Hong Kong, Singapura dan Malaysia.

Pemanfaatan berbagai paket bantuan untuk pengusaha kecil menengah ini juga dilakukan oleh Yudo Baskoro, pengusaha yang bergerak di sektor penyediaan akomodasi.

Pengusaha jasa akomodasi Yudo Baskoro.

"Selain bantuan-bantuan tersebut, karena bisnis kami berlokasi di City of Melbourne, kami juga mendapatkan bantuan lain sekitar 5.000 sampai 10.000 dolar untuk diinvestasikan di bidang teknologi, professional development, tapi sifatnya memang lebih ketat dibanding skema yang lain," jelas Yudo.

"Kami memulai usaha di tahun 2015, saat itu masih bekerja kantoran juga. Lalu 2016 saya mulai kerjakan full time, karena waktu itu sudah mulai ada tren orang mencari akomodasi yang non hotel," kata Yudo.

"Kami mengoperasikan akomodasi terutama di daerah pusat kota dan Southbank dengan tim 3 sampai 5 orang," katanya.

"Klien kami cukup beragam, mungkin 50 persen dari negara bagian lain, sisanya klien internasional dari Indonesia dan China, umumnya luxury dan corporate travellers," ujar Yudo.

Pemerintah tetap dikecam

Hari ini, Menteri Utama atau Premier di Victoria, Daniel Andrews, mengumumkan paket baru bantuan bisnis dengan nilai sekitar Rp30 triliun, termasuk untuk kalangan pengusaha kecil dan menengah.

"Saya mengerti kalangan pengusaha sudah putus asa. Mereka menginginkan agar usahanya dibuka kembali," kata Premier Andrews dalam keterangan persnya.

Ia mengatakan, paket baru ini sudah bisa disalurkan ke rekening bank para penerima mulai minggu depan atau sesudahnya.

Namun kebijakan ini tetap mendapatkan kecaman dari Pemimpin Oposisi di negara bagian Victoria, yakni Michael O"Brien.