Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Ratusan Gajah Afrika Mati Secara Misterius, Apa Penyebabnya?

Selasa, 29 September 2020 | 00:14 WIB
Oleh :
Foto :
  • abc
Kematian ratusan gajah memiliki keterkaitan dengan perubahan iklim.

Pada bulan Juni tahun ini, laporan kematian misterius sejumlah gajah mulai menyeruak, berawal dari Botswana di selatan Afrika.

Hewan-hewan yang sekarat dikabarkan dalam kondisi lemah, kurus, kehilangan orientasi dan bahkan setengah lumpuh. Seorang saksi melihat salah seekor gajah berputar-putar dan tidak bisa berbalik arah.

Baca Juga

Bangkai gajah-gajah tersebut dibiarkan utuh, mengesampingkan kemungkinan perburuan liar.

Setiap pekan ada lebih banyak berita tentang kematian gajah. Pada bulan Juli, Pemerintah Botswana menyatakan ratusan gajah telah mati karena penyakit yang tidak diketahui.

Sebagian besarnya berada di kawasan Okavango Panhandle, delta di pedalaman yang terkenal dengan satwa liarnya.

Gajah Afrika punah dengan cepat, sebagian besar karena perburuan gading, dan Botswana menguasai sepertiga populasi gajah di benua Afrika.

Ada kekhawatiran akan terjadi ledakan kematian gajah yang tak terkendali, jika penyebabnya tidak cepat ditemukan.

Pada akhir Juli, 330 ekor gajah telah dipastikan mati dengan penyebab yang tidak diketahui.

Seekor gajah yang mati di Delta Okavango, Botswana, Afrika.

Bulan berikutnya, negara tetangga Zimbabwe mengatakan lebih dari 20 gajah juga mati di Taman Nasional Hwange.

Sementara itu, Pemerintah Bostwana telah mengirimkan sampel jaringan dari bangkai gajah-gajah tersebut ke laboratorium di Zimbabwe, Afrika Selatan, dan Kanada.

Saat menunggu hasil penelitian, para ahli di seluruh dunia mengembangkan beberapa teori. Teori yang pertama, gajah-gajah ini telah diracuni oleh pemburu liar atau terjangkit penyakit jenis baru.

Teori lain yang terkemuka adalah bahwa kematian gajah-gajah itu disebabkan oleh jenis bakteri yang disebut pasteurella, yang membunuh 200.000 ekor antelop saiga di Kazakhstan pada tahun 2015.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler