Perempuan WNI Calon Pengebom Bunuh Diri Ditangkap Militer Filipina

Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina Selatan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Istimewa

VIVA – Pasukan Filipina menangkap seorang tersangka calon pelaku bom bunuh diri asal Indonesia. Menurut militer setempat , WNI itu terlibat dalam perencanaan penyerangan sebuah kota di wilayah selatan Filipina.

Tentara dan polisi setempat menangkap WNI bernama Rezky Fantasya Rullie bersama dua wanita Filipina yang dicurigai sebagai istri militan Abu Sayyaf di sebuah rumah di selatan Kota Jolo. Di rumah tersebut, polisi menemukan rompi peledak dan komponen bom.

Militer Filipina juga mengumumkan bahwa suami Rullie bernama Andi Baso yang dicari di Filipina dan Indonesia karena dugaan keterlibatan dalam serangan bom. Dia disebut telah tewas dalam bentrokan pada 29 Agustus lalu di dekat Kota Patikul, Provinsi Sulu.

Pasukan Filipina tengah meningkatkan perburuan terhadap calon pelaku bom bunuh diri di wilayah selatan, menyusul serangan bunuh diri oleh dua militan wanita yang menewaskan 15 orang dan melukai 75 lainnya di kota Jolo pada Agustus 2020 lalu.

Baca juga: Kader Luka Parah di Demo Omnibus Law, PMII Minta Polisi Tanggung Jawab

Dua wanita yang melakukan serangan bunuh diri pada 24 Agustus lalu adalah istri salah satu militan Abu Sayyaf yang tewas. Aparat setempat menyebut tindakan ini adalah bukti ekstremisme yang melibatkan keluarga.

"Ini telah menjadi urusan keluarga bagi beberapa orang yang membiarkan diri mereka diindoktrinasi secara salah," kata Panglima Angkatan Darat Filipina, Cirilito Sobejana dilansir Arab News, Sabtu 10 Oktober 2020.

Sobejana mengatakan, Rullie terlibat dalam komplotan yang akan melakukan serangan bunuh diri di Jolo. Orangtua Rullie adalah pasangan militan yang melancarkan serangan bunuh diri menewaskan lebih dari 20 orang selama Misa Minggu di Katedral Jolo.

Suaminya Andi Baso juga dianggap bersalah atas ledakan pada tahun 2016 yang menewaskan seorang anak dan melukai tiga lainnya di sebuah gereja di Provinsi Kalimantan Timur. Dia tewas dalam baku tembak dengan pasukan di Sulu pada Agustus silam.