Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Pilkada

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Nigeria Diguncang Rusuh Berkepanjangan, Kebrutalan Polisi Disorot

Jumat, 23 Oktober 2020 | 14:18 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
BBC Indonesia

Insiden baku tembak dan upaya pembobolan penjara dilaporkan di Nigeria, seiring kerusuhan yang dipicu penembakan pengunjuk rasa di kota terbesarnya terus berlanjut.

Kelompok pemantau hak asasi Amnesty International mengatakan pasukan keamanan menewaskan sedikitnya 12 orang di Lagos pada Selasa (20/10).

Baca Juga

Tentara Nigeria membantah telah membunuh demonstran di daerah Lekki, memicu lebih banyak kemarahan.

Unjuk rasa dimulai sekitar dua minggu lalu ketika demonstran yang sebagian besar merupakan anak muda menuntut pembubaran unit polisi yang terkenal kejam.

Getty Images
Warga Nigeria di Kenya berunjuk rasa di luar Kedubes Nigeria di Nairobi pada hari Rabu (21/10).

 

Pasukan Khusus Anti-Perampokan (SARS), yang berada di pusat protes terhadap kebrutalan polisi, dibubarkan pada 11 Oktober.

Para pengunjuk rasa mengerahkan massa ke jalan dengan menggunakan tagar #EndSars.

Insiden penembakan tersebut telah memicu seruan dari berbagai belahan dunia agar mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawabannya.

Dalam pidato singkat yang disiarkan di televisi pada hari Kamis, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mendesak para pengunjuk rasa untuk berhenti berdemonstrasi dan berdialog dengan pemerintah "untuk mencari solusi".

Ia tidak menyebut soal penembakan pengunjuk rasa di Lagos dalam pidatonya.

Sebelumnya, wakil presiden Nigeria menjanjikan keadilan bagi para korban yang ditembak selama unjuk rasa.

Reuters
Beberapa negara bagian di Nigeria memberlakukan larangan keluar rumah, seiring kerusuhan terus berlanjut.

 

Di Lagos dan daerah-daerah lain di Nigeria, telah terjadi pembakaran gedung-gedung, penjarahan pusat perbelanjaan, dan penyerangan penjara sejak penembakan tersebut.

Pemerintah negara bagian Lagos memberlakukan larangan keluar rumah sampai waktu yang tidak ditentukan terhadap 20 juta penduduk kota pesisir itu pada Selasa malam.

Negara bagian lain mengambil tindakan serupa, termasuk Anambra, yang memberlakukan larangan keluar rumah selama 24 jam pada hari Kamis (22/10).

Awal tahun ini, Amnesty berkata mereka telah mendokumentasikan sedikitnya 82 kasus penyiksaan, penganiayaan, dan eksekusi ekstra-yudisial antara Januari 2017 dan Mei tahun ini yang dilakukan anggota Sars.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler