Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Pengadilan China Sidangkan Kasus Pelecehan Seksual Presenter TV

Kamis, 3 Desember 2020 | 09:14 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
Zhou Xiaoxuan, juga dikenal sebagai Xianzi, menuduh seorang pembawa acara TV terkemuka melecehkannya secara seksual.-XIAN ZI

Enam tahun setelah dugaan insiden pelecehan terjadi, pengadilan China pada hari Rabu (02/12) menyidangkan kasus penting yang menurut para analis dapat menentukan masa depan gerakan #MeToo di negara itu.

Zhou Xiaoxuan - juga dikenal secara online dengan nama panggilannya Xianzi - menggugat salah satu pembawa acara TV paling terkemuka di negara itu ke pengadilan, menuduhnya melakukan pelecehan seksual terhadapnya pada tahun 2014.

Baca Juga

Laki-laki itu menyangkal semua tuduhan dan menggugat balik Xianzi dan pendukungnya, yang disebutnya sudah merusak reputasi serta kondisi mentalnya.

Di China, kasus seperti ini jarang sampai ke tahap pengadilan dan banyak yang akan dipertaruhkan, kata para analis.

Menjelang persidangan, yang tidak akan terbuka untuk publik, Xianzi mengatakan kepada BBC bahwa apa pun yang terjadi, dia tidak akan menyesal.

Reuters
Xianzi mengatakan apapun hasil sidang dia tidak akan menyesal.

 

"Jika saya menang, ini akan mendorong banyak perempuan untuk maju dan menceritakan kisah mereka; jika saya kalah, saya akan terus mengajukan banding sampai keadilan ditegakkan."

Pada musim panas 2018, tak lama setelah Xianzi mengetahui banyaknya kasus hukum terhadap produser film Hollywood Harvey Weinstein, dia memutuskan untuk menuliskan pengalamannya sendiri dalam bahasa Mandarin di akun WeChat-nya.

Salah satu alasannya adalah untuk menunjukkan solidaritas kepada seorang teman masa kecil, yang pernah memberitahunya bahwa dia adalah penyintas perkosaan.

Getty Images
Gerakan MeToo mendapatkan pengakuan global setelah sejumlah pihak mengeklaim dilecehkan secara seksual oleh Harvey Weinstein

 

Dalam esai 3.000 kata, perempuan berusia 25 tahun itu menuliskan pengalamannya tahun 2014 ketika dia menuding salah satu pembawa acara TV paling terkenal di negara itu, Zhu Jun telah melecehkannya secara seksual saat ia magang di media CCTV.

Xianzi mengeklaim dia sudah melaporkan kejadian itu kepada polisi setempat, tetapi mereka mengatakan kepadanya untuk membatalkan laporan tersebut karena Zhu adalah pembawa acara TV terkemuka dan "dampak positif yang diberikannya" terhadap masyarakat seharusnya membuatnya berpikir dua kali.

Tulisan Xianzi menjadi viral di China setelah temannya, seorang pekerja LSM bernama Xu Chao, menggungah ulang tulisan itu di akun Weibo publiknya.

Pada saat itu, istilah "pelecehan seksual" telah menjadi topik di sejumlah media China berkat gerakan #MeToo di Amerika Serikat dan Eropa, dan sejumlah kecil laporan pelecehan yang berhasil di China.

Pada bulan Januari tahun itu, sebuah universitas di Beijing memecat seorang profesor yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mantan mahasiswanya.

Beberapa bulan kemudian, seorang pendiri amal terkenal mengundurkan diri setelah dituduh memperkosa seorang sukarelawan selama acara penggalangan dana pada tahun 2015.

Getty Images
Seorang mahasiswi di Beijing mengatakan telah dilecehkan oleh profesornya

 

Media China segera menaruh perhatian besar pada keluhan Xianzi, karena pria yang dituduhnya adalah sosok yang terkenal di negara itu.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler