Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Tenaga Medis RI di Inggris Masuk Kelompok Pertama Divaksin COVID-19

Jumat, 1 Januari 2021 | 11:52 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
BBC Indonesia

Tenaga kesehatan Indonesia termasuk dalam kelompok pertama yang menerima vaksinasi massal COVID-19 di Inggris, di tengah lonjakan besar kasus yang disebut dokter serta pejabat kesehatan sebagai "tsunami" dan "fase paling berbahaya."

Tiga tenaga medis Indonesia yang bekerja di rumah sakit yang berbeda di London akan mendapatkan dosis kedua vaksin buatan Pfizer pada pekan kedua Januari ini, untuk memastikan imunisasi penuh.

Baca Juga

Ketiganya mengatakan "lega" mendapatkan vaksinasi ini dan dapat menghadapi pasien dengan tenang, tanpa khawatir menulari mereka.

Dyah Mustikaning Pitha Prawesti, dokter kebidanan dan kandungan, yang bekerja di Chelsea and Westminster Hospital, London, berharap, "saya jadi lebih aman terhadap pasien yang rentan seperti ibu hamil, pasien penderita kanker dan pasien rentan lain."

 

 

Pitha juga mengatakan harapannya agar vaksinasi dapat dipercepat karena "jumlah pasien yang dirawat lebih banyak dari gelombang pertama...dan sepertiga pasien di unit persalinan positif COVID."

Sementara Anas Alamudi yang bekerja di unit gawat darurat rumah sakit King`s College berharap vaksinasi yang diterimanya menekan risiko penularan ke anak-anak. "Saya ambil vaksinasi untuk lindungi anak." Tahun lalu, kata Anas, ia tak bertemu dengan putranya selama tiga bulan.

Bagi Ardito Widjono, dokter di unit gawat darurat rumah sakit Barnet, London utara, keparahan gelombang kedua COVID-19 terlihat dari kewalahannya rumah sakit.

"Di UGD, saking sibuknya, ambulans antre masuk setiap malam. Saya terpaksa periksa pasien di belakang ambulans saking penuh," kata Ardito.

"Pasien tampaknya tidak sehati-hati di puncak pertama. Ketika penularan tinggi dengan adanya varian baru, ada yang cerita ke saya, mereka ke pesta Natal, pesta Tahun Baru, diam-diam. Tampaknya, mereka belum paham separah apa gelombang kedua ini," tambahnya.

 

"Tsunami" dan "Fase paling berbahaya"

 

 

BBC
Antara dosis pertama dan dosis kedua berjarak 21 hari, sebelum mendapat imunitas penuh.

 

Profesor Hugh Montgomery, selaku dokter di perawatan intensif RS University College London, mengatakan kepada BBC, tim gawat darurat di Inggris menghadapi apa yang ia sebut "tsunami" kasus virus corona karena lonjakan kasus positif.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler