Ganasnya COVID-19 di RI Ikut Pengaruhi Eksportir Sapi Australia

Pelaku industri ekspor sapi Australia khawatir dengan eskalasi krisis COVID di Indonesia. (ABC Rural: Lydia Burton)
Sumber :
  • abc

Dirut CPC Troy Setter mengatakan meski pihaknya telah melakukan vaksinasi terhadap 500–600 staf mereka dan telah menerapkan protokol COVID yang ketat, namun situasinya lebih membahayakan dalam beberapa pekan terakhir.

"Kami mengalami tekanan pada usaha, pekerja, dan pelanggan kami karena jenis virus corona baru yang lebih ganas ini," katanya kepada ABC.

"Staf kami tambah banyak yang sakit dalam beberapa minggu terakhir dan, kami juga telah kehilangan beberapa pekerja," ujar Troy.

"Ini juga jadi tantangan kami di Australia, kami merasa sangat tidak berdaya untuk membantu [mengatasi keadaan di Indonesia]," tambahnya.

Turun sekitar sepuluh persen

Lonjakan kasus COVID-19 terjadi pada momen penting dalam kalender agama di Indonesia ketika umat Islam merayakan hari raya Idul Adha.

Menurut Troy Setter, biasanya sekitar 1,8 juta hewan yang dipotong selama hari raya qurban, termasuk sapi, domba, kambing, dan kerbau.

LIHAT ARTIKEL ASLI »