Pasar Ramadhan Sydney Diserbu, Burger Unta dan Martabak Telur Diminati
- abc
Salah satu kegiatan terbesar di Australia sedang berlangsung di kawasan Lakemba, yakni Pasar Malam Ramadhan yang digelar selama sebulan penuh.
Lakemba adalah kawasan yang letaknya tidak jauh dari Sydney, ibu kota New South Wales. Kawasan ini dikenal dengan penduduknya memiliki latar belakang sangat beragam.
Setelah sempat dihentikan selama dua tahun karena awal pandemi COVID-19, acara Ramadhan Nights Lakemba digelar kembali.
Menurut walikota setempat diperkirakan ada 1 juta pengunjung yang akan datang ke pasar tersebut.
"Dari awalnya cuma satu jalan yang menjual makanan, Lakemba sekarang sudah menjadi tempat yang dikunjungi banyak orang sebagai tempat terbaik di Australia untuk merayakan dan merasakan suasana Ramadhan," kata Khal Asfour, walikota Canterbury-Bankstown, yang membawahi kawasan Lakemba.
Nick Molodysky adalah seorang 'content creator' yang tinggal di Sydney dan fasih berbahasa Indonesia.
Pemilik akun Instagram-nya @masak2dengannick yang banyak berbagi cerita soal makanan dan jajanan mengatakan kalau pasar malam di Lakemba menunjukkan keberagaman masyarakatnya.
"Pasar Ramadan ini juga bagus untuk komunitas Islam, karena orang dari latar belakang yang berbeda-beda bisa mencicipi makanan khas daerah lain di pasar tersebut," ujarnya.
"Contohnya, orang Islam dari Pakistan mungkin jarang makan martabak telur, atau orang Islam dari Indonesia juga bisa mencicipi makanan khas Pakistan," jelasnya kepada Sastra Wijaya dari ABC Indonesia.
Sementara bagi warga yang bukan beragama Islam, menurut Nick menjadi kesempatan untuk merasakan suasana Ramadan, sekaligus mengenal kuliner halal dari berbagai negara.
Dari pengamatannya, Nick mengatakan martabak telur adalah salah satu yang paling diincar oleh pengunjung asal Indonesia.
Martabak Telur memang dicari oleh Fery Ripai, warga Indonesia yang sedang sekolah dan juga bekerja tidak jauh dari Lakemba.
"Namun saya lihat yang jualan martabak telur ini bukan orang Indonesia tapi orang Burma," katanya kepada ABC.
Fery mengaku jika ia benar-benar merasakan suasana Ramadan di kawasan Lakemba, meski umat Muslim adalah minoritas di Australia.
Mencicipi burger unta
Seorang warga asal Indonesia lainnya, Hafiz Lidinillah, sudah hampir empat tahun tinggal di Lakemba.