Perang Ukraina: Mengapa Rusia Kehilangan Begitu Banyak Tank

Tan Rusia dekat Kiev dihancurkan. Getty Images via BBC Indonesia
Sumber :
  • bbc

Komposisi unit-unit ini bervariasi, namun umumnya terdiri dari mayoritas kendaraan lapis baja dan sedikit pasukan infanteri.

"Rusia memiliki pasukan yang relatif sedikit untuk dikerahkan" kata Phillips O`Brien, seorang profesor studi strategis di Universitas St Andrews, "jadi BTG adalah cara untuk menciptakan unit tempur dengan banyak serangan.

"Mereka dirancang untuk menyerang dengan cepat menggunakan banyak daya tembak. Tetapi perlindungan personelnya minim untuk bisa membalas apabila barisan lapis bajanya diserang," kata dia.

"Komposisi itu membuat tentara Rusia seperti petinju dengan pukulan kanan yang bagus, tetapi memiliki rahang dari kaca."

Getty Images
Bagian atas tank merupakan yang lapisan bajanya paling tipis dan menjadi sasaran utama rudal anti-tank.

Profesor O`Brien mengatakan kurangnya patroli udara Rusia membuat pasukan Ukraina merasa mudah untuk mengambil posisi dan menyergap konvoi tank Rusia.

"Rusia tidak mendapat kendali di udara pada awal konflik, sehingga mereka tidak bisa berpatroli di langit dan melihat pergerakan tentara Ukraina," kata dia.

"Itu berarti pasukan Ukraina bisa mengambil posisi tembak yang bagus untuk menyergap dan mereka mampu menciptakan beragam kerusakan dengan cara ini."

Baca juga:

Seberapa besar hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan Rusia?

Menurut angka Oryx, setengah dari tank Rusia yang "hilang" tidak dihancurkan atau dirusak oleh musuh, tetapi ditangkap maupun ditinggalkan begitu saja.

Para ahli menganggap situasi ini terjadi karena persoalan logistik dan ketidakmampuan pasukan Rusia.

"Anda telah melihat gambar tank Rusia yang diseret oleh traktor petani Ukraina," kata O`Brien.

"Beberapa dari tank itu ditinggalkan karena kehabisan bahan bakar. Itu kegagalan logistik. Beberapa terjebak di lumpur musim semi karena komandannya memerintahkan invasi pada waktu yang salah."

BBC
Traktor menarik peluncur rudal yang ditinggalkan Rusia di Ukraina.

"Banyak dari pasukan darat Rusia merupakan wajib militer dan rekrutan, sehingga itu membuat mereka memiliki kekuatan tempur berskala rendah hingga menengah," kata Nick Reynol