Mengenal Lebih Dekat Sumur Zamzam, Dahulu dan Kini

Air zamzam dalam kemasan galon 5 liter
Sumber :
  • VIVA/Dedy Priatmojo

VIVA – Air Zamzam diyakini sebagai air suci oleh umat Islam. Air Zamzam berasal dari sumur mata air yang terletak di kawasan Masjidil Haram, Mekah, sebelah tenggara Kabah dan berkedalaman 42 meter.

Banyak peziarah yang melakukan ibadah Haji dan Umrah yang membawa pulang air Zamzam sebagai oleh-oleh. Zamzam sendiri memiliki arti banyak atau melimpah-ruah.

Hingga saat ini mata air sumur Zamzam masih terus mengalir dan menjadi oleh-oleh wajib jemaah haji dari luar Arab Saudi. Saat ini air Zamzam yang setiap hari didapat jemaah haji dikemas dalam bentuk botol plastik ukuran 330 mililiter.

Air Zamzam kemasan botol tersebut dikelola oleh Zamazemah Company, perusahaan yang diberikan tanggung jawab oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk melayani kebutuhan air Zamzam bagi jemaah haji.

Managing Director Zamazemah Company, Hasan Mahmud Abu Al-Faraj, mengatakan, terdapat tiga mata air Zamzam yang bermuara ke sumur Zamzam yang terletak di antara Makam Ibrahim dan Ka'bah. Sumur Zamzam sendiri memiliki kedalaman hingga 30 meter.

Dulu, saat ia kecil bahkan bisa sampai turun hingga ke sumur Zamzam. Namun saat ini tidak memungkinkan karena sudah ditutup dan banyaknya jemaah.

Foto letak sumur zamzam di masa kini

Photo :
  • MCH 2019

Sumur Zamzam memiliki dua mata air di tengahnya yang tersambung dengan mata air di bawah Hijr Ismail. Satu mata air lainnya tersambung dengan bukit Safa dan Marwa.

Sumur Zamzam dulunya berbentuk sumur biasa belum memakai keramik seperti sekarang. Digunakan timba yang ditarik secara manual untuk mengambil air dari dalam sumur.

Yang mengelola sumur Zamzam dulunya adalah orang tua mulai dari kakek sampai ayah dari pegawai Zamazemah Company saat ini. Artinya pekerjaan tersebut diwariskan dari kakek moyang dan bapak mereka.

Air yang ditimba diisi ke gentong atau kendi dari tanah liat yang menjaga suhu air tetap dingin. Kendi tersebut memilik tanda khusus berupa tulisan nama setiap keluarga yang bekerja mengelola sumur zamzam.

Abdul Basit Yahya Al-Mahdi, Sekretaris Eksekutif Zamazemah Company mengatakan setelah diisi ke dalam kendi besar lalu dibakar dengan bakhur, seperti arang tetapi wangi.

Jadi dulu setiap jemaah haji yang datang, para pemilik sumur Zamzam atau pekerja, membawa satu kendi dan satu tossa, seperti gelas atau cawan kecil dari kuningan dan mereka memberikan kepada para jemaah satu persatu.