AS Gelontorkan Rp 1,2 Triliun untuk Bantuan Kemanusiaan Gempa Turki-Suriah

AS mengirimkan paket bantuan untuk korban gempa bumi di Turki dan Suriah
Sumber :
  • USAID

VIVA Dunia – Amerika Serikat (AS) pada hari Kamis, 9 Februari 2023, mengumumkan paket bantuan awal senilai US$85 juta atau setara dengan Rp1,2 triliun untuk bantuan darurat setelah gempa dahsyat di Turki dan Suriah.

Badan Pembangunan Internasional AS mengatakan bahwa dana tersebut akan diberikan kepada mitra di lapangan untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan bagi jutaan orang, termasuk bantuan makanan, tempat tinggal dan layanan kesehatan darurat.

"Dana tersebut juga akan mendukung air minum yang aman dan sanitasi untuk mencegah wabah penyakit," kata USAID dalam sebuah pernyataan.

Pengumuman itu muncul setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, pada Kamis pagi berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu untuk membahas kebutuhan bantuan di negara tersebut.

AS mengirimkan paket bantuan untuk korban gempa bumi di Turki dan Suriah

Photo :
  • USAID

"Kami bangga bergabung dengan upaya global untuk membantu Turki seperti halnya Turki yang sering menyumbangkan ahli penyelamat kemanusiaannya sendiri ke begitu banyak negara lain di masa lalu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price kepada wartawan, dikutip dari NDTV, Jumat, 10 Februari 2023.

Sebagai informasi, Amerika Serikat telah mengirim tim penyelamat ke Turki dan telah menyumbangkan pemecah beton, generator, sistem pemurnian air, dan helikopter, kata para pejabat.

USAID mengatakan bahwa tim penyelamat difokuskan pada Adiyaman yang terkena dampak parah, mencari korban selamat dengan membawa anjing, kamera, dan alat pendengar.

Menyusul kerusakan besar pada jalan dan jembatan, militer AS telah mengirim helikopter Black Hawk dan Chinook untuk mentransfer pasokan bantuan

AS mengirimkan paket bantuan untuk korban gempa bumi di Turki dan Suriah

Photo :
  • USAID

Selain itu, bantuan di Suriah akan melalui mitra lokal karena Amerika Serikat menolak untuk berurusan dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Hal ini masih mengacu pada Washington, yang menuntut pertanggungjawaban atas pelanggaran yang dilakukan selama perang saudara yang brutal.

Sebuah konvoi bantuan pada Kamis pagi mencapai Suriah barat laut yang dikuasai pemberontak untuk pertama kalinya sejak gempa, melalui satu-satunya penyeberangan perbatasan terbuka, Bab al-Hawa di sisi Turki.

"Kami menyerukan rezim Assad untuk segera mengizinkan bantuan melalui semua penyeberangan perbatasan dan membiarkan kemanusiaan mengakses semua warga Suriah yang membutuhkan tanpa kecuali," pungkas Price.