Sultan! Pria Misterius Ini Sumbang Rp500 Miliar untuk Korban Gempa Turki

Foto satelit dampak gempa di Kota Antakya, Turki
Sumber :
  • Maxar Technologies

VIVA Dunia  – Korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,8  SR saat ini telah menembus 30.000 orang lebih pada laporan awal pekan ini. Hingga saat ini proses pencarian dan penyelamatan terus dilakukan oleh pihak Turki dan bantuan negara asing.

Baru-baru ini ada kabar mengejutkan, seorang warga Pakistan yang tinggal di Amerika Serikat pergi ke Kedutaan Besar Turki untuk secara anonim menyumbangkan $30 juta atau setara dengan Rp 500 Miliar.

Pemadam kebakaran mengevakusi mayat korban gempa di Gaziantep, Turki.

Photo :
  • AP Photo/Kamran Jebreili.

Bantuan tersebut ditujukan kepada mereka yang terkena dampak gempa besar dan mematikan yang melanda Turki dan Suriah awal bulan februari ini, menurut Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang dilansir dari Insider.

Perdana Menteri Pakistan mengatakan dia "sangat tersentuh" ??oleh tindakan anonim tersebut.

Dalam sebuah tweet pada hari Sabtu, 11 Februari 2023, Sharif mengatakan dia "sangat tersentuh" ??oleh tindakan tersebut.

"Ini adalah tindakan filantropi yang luar biasa yang memungkinkan umat manusia untuk menang atas rintangan yang tampaknya tidak dapat diatasi," katanya.

Pemerintah Pakistan membentuk sebuah komite pada hari Kamis, 9 Februari 2023 untuk mengumpulkan dana dan menyediakan pasokan untuk Turki dan Suriah, Hal tersebut dilaporkan oleh Anadolu Agency, kantor media milik pemerintah Turki.

Kastil berusia 2.000 tahun yang hancur akibat gempa Turki

Photo :
  • nypost.com

Pada hari Sabtu, 11 Februari 2023, Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional Pakistan mengatakan di Twitter bahwa dua kiriman bantuan lagi saat itu sudah terbang ke "saudara" kita di Turki untuk memberikan bantuan pertolongan.

Korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,8 melampaui 30.000 orang akhir pekan ini, dan ribuan lainnya masih dilaporkan hilang saat upaya penyelamatan berlanjut. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut gempa itu sebagai "bencana abad ini".

Saat jutaan orang mengungsi akibat bencana, menyumbangkan uang adalah cara paling efisien untuk mendukung para penyintas, dan organisasi tersebut memberikan bantuan di wilayah tersebut.