5 Negara Ini Pilih Pemimpin Berstatus LGBT
- PBS
Jakarta – Di negara liberal, terutama negara-negara di Eropa, status orientasi seksual tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk menjadi pemimpin negara atau pemerintahan.
Banyak pemimpin negara liberal memiliki status LGBT baik gay atau pun lesbian. Namun, LGBT tetap dipandang sebagai orientasi seksual yang menyimpang dan terlarang di negara tertentu.
Nah berikut deretan pemimpin negara dan pemerintahan yang berstatus LGBT, baik gay atau pun lesbi yang VIVA lansir dari berbagai sumber:
1. Presiden Terpilih Latvia Edgars Rinkevics
Menlu RI Retno Marsudi bertemu Menlu Latvia Edgars Rinkevics.
- VIVA.co.id/ Dinia Adrianjara
Parlemen Latvia memilih Edgars Rinkevics menjadi presiden. Sebelumnya Rinkevics telah lama menjabat sebagai menteri luar negeri dalam waktu yang lama. Rinkevics akan mewakili Latvia, negara anggota Uni Eropa dan NATO, pada KTT NATO di Vilnius pada Juli.
Rinkevics, mengambil peran seremonial sebagai presiden setelah menjabat sebagai menteri luar negeri Latvia sejak 2011.
Latvia menciptakan sejarah menjadi kepala negara gay pertama di Eropa. Dalam sebuah pernyataan di media sosial, Rinkevics mengaku dirinya merasa terhormat dan rendah hati telah terpilih.
“Saya akan melakukan yang terbaik untuk melayani rakyat Latvia dengan baik. Saya berterima kasih kepada anggota parlemen atas kepercayaan mereka,” katanya. Rinkevics secara terbuka mengungkapkan sebagai gay pada November 2014, mengunggah status di Twitter.
"Saya dengan bangga mengumumkan bahwa saya gay… Semoga beruntung kalian semua." Dalam tweet kedua pada saat itu, dia berbicara tentang meningkatkan status hukum hubungan sesama jenis, mengatakan bahwa Latvia perlu membuat kerangka hukum untuk semua jenis kemitraan.
2. Presiden San Marino Palolo Rondelli
San Marino
- Commonists/wikimedia
San Marino menunjuk kepala negara gay pertama di dunia. Republik tertua di dunia telah memantapkan dirinya sebagai salah satu yang paling progresif setelah mengumumkan kepala negara gay pertama di dunia.
San Marino, negara menengah abad pertengahan yang di semua sisinya dikelilingi perbukitan Italia tengah, telah menunjuk Paolo Rondelli yang berusia 59 tahun sebagai kepala negaranya.
Rondelli merupakan wakil di Dewan Agung dan Umum, parlemen San Marino. Dia pernah menjabat sebagai duta besar negara itu untuk AS selama sembilan tahun, berakhir pada 2016.