Menhan Rusia Tiba di Korut, Disambut Spanduk Selamat Datang

VIVA Militer: Menteri Pertahanan Rusia, Jenderal Sergei Shoigu
Sumber :
  • Russia Beyond

Pyongyang – Delegasi Rusia yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu, tiba di Korea Utara, untuk bergabung dengan delegasi China, pada Rabu, 26 Juli 2023. Mereka akan menghadiri perayaan peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Korea di Pyongyang, yang biasanya ditandai dengan parade militer besar-besaran. 

Kunjungan tersebut adalah yang pertama kalinya Shoigu ke Korea Utara sejak negara itu menutup perbatasannya dalam upaya mencegah pandemi COVID-19. Tidak jelas apakah ini menandakan perubahan dalam kebijakan perbatasan Pyongyang. 

Korea Utara yang tertutup telah menutup Semua hubungan perdagangan dan diplomatik pada awal 2020, bahkan dengan Rusia dan China, yang merupakan mitra ekonomi dan politik utamanya. Mereka bahkan memotong impor barang-barang penting seperti makanan dan obat-obatan. 

VIVA Militer: Menteri Pertahanan Rusia, Jenderal Sergei Shoigu

Photo :
  • themoscowtimes.com

Dilansir dari BBC Internasional, Rabu, 26 Juli 2023, Korea Utara menghadapi kekurangan pangan, yang diperburuk oleh penutupan perbatasannya dan sanksi internasional yang ketat, yang diberlakukan karena program nuklirnya. 

Beberapa analis mengatakan utusan China dan Rusia dalam parade 'Hari Kemenangan' tahun ini mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran pembatasan COVID-19. 

Hal itu juga terjadi beberapa minggu setelah warga Korea Utara berjalan-jalan tanpa masker ditampilkan di media pemerintah. 

Delegasi yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Rusia Shoigu tiba di Korea Utara, pada Selasa malam, 25 Juli 2023, dan menerima sambutan hangat di landasan bandara di Pyongyang. 

Dia berjalan melewati barisan tentara yang memberi hormat dan spanduk merah bertuliskan, "Selamat datang, Kamerad Menteri Pertahanan Federasi Rusia Sergei Shoigu!"  dalam bahasa Korea dan Rusia. 

Delegasi China akan dipimpin oleh Li Hongzhong, yang merupakan bagian dari komite pembuat kebijakan pusat Partai Komunis China, dan akan tiba pada hari Rabu, menurut juru bicara partai. 

Sebagai informasi, China dan Rusia adalah sekutu lama Korea Utara. Beijing telah mengirim pasukan pada musim gugur 1950 untuk mendukung Korea Utara dalam perang melawan Korea Selatan. Sementara Uni Soviet juga mendukung Korea Utara dalam perang sebelum Uni Soviet runtuh pada tahun 1991. 

Sejak itu, Rusia tetap menjadi sekutu alami bagi Korea Utara karena ketidaksukaan mereka terhadap Amerika Serikat (AS). Di lain sisi, Washington justru menuduh Korea Utara memberikan bantuan militer kepada Rusia dalam perang di Ukraina, sebuah klaim yang dibantah oleh Pyongyang dan Moskow. 

Undangan tersebut juga datang di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Rusia terkait perang Ukraina. Hubungan antara Beijing dan Washington juga rusak karena Taiwan.