Balas Dendam, Gantian AS Usir 2 Diplomat Rusia di Washington

Bendera Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
Sumber :
  • Flickr/Kementerian Luar Negeri.

Washington – Amerika Serikat (AS) usir dua diplomat Rusia dari kedutaan Moskow di Washington. Hal itu diungkapkan oleh Departemen Luar Negeri AS, pada Jumat, 6 Oktober 2023.

Pengusiran tersebut merupakan respons terhadap tindakan Rusia sebelumnya yang telah mengusir dua diplomat AS dari kedutaannya di Moskow pada bulan lalu.

"Departemen Luar Negeri menyatakan persona non grata kepada dua pejabat Kedutaan Besar Rusia yang beroperasi di Amerika Serikat. Departemen tidak akan mentolerir pola pelecehan yang dilakukan pemerintah Rusia terhadap diplomat kami,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

VIVA Militer: Presiden Amerika Serikat, Joe Biden

Photo :
  • independent.co.uk

"Tindakan Departemen ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa tindakan yang tidak dapat diterima terhadap diplomat Kedutaan Besar kami di Moskow akan mempunyai konsekuensi.”

Pengusiran balasan ini terjadi di tengah ketegangan yang luar biasa antara kedua negara, ketika Rusia terus melancarkan serangannya di Ukraina.

Pada pertengahan September, juru bicara Departemen Luar Negeri, Matthew Miller, memperingatkan bahwa AS akan merespons pengusiran dua diplomat AS dari Rusia secepatnya.

Bendera Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

Photo :
  • Flickr/Kementerian Luar Negeri.

Bulan lalu, Duta Besar AS Lynne Tracy dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Rusia dan diberitahu bahwa kedua diplomatnya yakni Jeffrey Sillin dan David Bernstein telah dinyatakan sebagai “persona non grata,” yang berarti mereka harus meninggalkan negara itu dalam waktu seminggu.

"Orang-orang ini melakukan aktivitas ilegal, mempertahankan kontak dengan warga negara Rusia (Robert) Shonov, yang dituduh melakukan 'kerja sama rahasia' dengan negara asing, yang diberi tugas untuk mendapatkan kompensasi finansial yang bertujuan merugikan keamanan nasional Federasi Rusia,” kata kementerian.

Sebagai informasi, Shonov, seorang warga negara Rusia yang telah bekerja di Konsulat AS di Vladivostok selama lebih dari 25 tahun, ditangkap dan didakwa melakukan kerjasama rahasia dengan pemerintah asing.