Tokoh Nasionalis Rusia Igor Girkin Mencalonkan Diri Jadi Presiden 2024, Posisi Putin Terancam?

Tokoh nasionalis Rusia, Igor Girkin.
Sumber :
  • AP News.

Moskow – Tokoh nasionalis Rusia Igor Girkin, akan mencalonkan diri sebagai presiden, meskipun pemilu 2024 Rusia sudah jelas siapa pemenangnya.

“Saya memahami betul situasi saat ini di Rusia, (saya) akan berpartisipasi dalam kampanye presiden," kata Girkin dalam surat yang diterbitkan oleh akun Telegramnya, dikutip dari The Sydney Morning Herald, Selasa, 21 November 2023.

Girkin mengatakan bahwa dia tidak berpikir akan diizinkan untuk mengambil bagian dalam pemilu, namun berharap bahwa upayanya untuk menyatukan kekuatan patriotik akan mengganggu rencana Kremlin untuk mengadakan pemilihan palsu, di mana satu-satunya pemenang sudah diketahui sebelumnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin saat berbicara dalam forum Russian Energy Week di Moskow, Rabu, 11 Oktober 2023.

Photo :
  • ANTARA

“Ini adalah kesempatan kita untuk bersatu dalam menghadapi ancaman eksternal dan internal,” kata Girkin dalam postingan surat bertajuk “Saya Akan Mencalonkan”.

Girkin, telah divonis bersalah tahun lalu secara in-absentia oleh pengadilan pembunuhan Belanda atas perannya dalam penembakan Penerbangan MH17 di Ukraina pada 2014 yang mengakibatkan hilangnya 298 penumpang dan awak. Namun, dia membantah dirinya terlibat.

Sementara itu, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan pekan lalu bahwa dia berharap Putin akan mencalonkan diri dalam pemilu 2024 untuk masa jabatan berikutnya sebagai presiden. Jika terpilih, Putin akan berkuasa setidaknya hingga tahun 2030.

Di lain sisi, politisi oposisi mengatakan Putin telah membangun sistem diktator sejak ia pertama kali berkuasa pada 1999, yang meniru institusi demokrasi sekaligus mencegah persaingan politik atau perbedaan pendapat yang nyata. Para pendukung Putin justru memujinya karena menertibkan kekacauan yang terjadi setelah jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.

Sebagai informasi, Rusia telah menindak keras para kritikus nasionalis, yang menyerukan pendekatan yang lebih keras dalam memerangi perang, termasuk darurat militer dan mobilisasi seluruh negeri, setelah pemberontakan yang gagal pada bulan Juni oleh pemimpin Wagner Yevgeny Prigozhin. Girkin, yang juga pernah bertugas di Chechnya dan Moldova, ditangkap pada bulan Juli.

Girkin diketahui adalah seorang monarki yang menulis disertasi tentang “Orang Rusia Kulit Putih” yang melawan Bolshevik “Merah” setelah revolusi tahun 1917.

VIVA Militer: Pasukan Brigade Mekanis ke-110 militer Ukraina

Photo :
  • bostonglobe.com

Dia adalah salah satu nasionalis paling terkemuka yang mengkritik pelaksanaan perang yang dilakukan Rusia, yang ia anggap sebagai bagian dari tindakan eksistensial dengan Barat yang arogan. Ia juga menyebut keruntuhan Uni Soviet pada tahun 1991 sebagai hal yang positif, namun ia juga mengatakan bahwa elit Rusia pasca-Soviet korup dan bekerja untuk Barat untuk melemahkan Rusia.

Girkin mengatakan pada bulan Mei bahwa meskipun dia mengkritik kegagalan Putin soal perang di Ukraina, tapi Putin adalah satu-satunya tokoh yang sah di Federasi Rusia.

Dia mengatakan pada bulan Agustus bahwa dia akan menjadi presiden yang lebih baik daripada Putin, dan menggambarkan pemimpin Kremlin itu sebagai orang yang terlalu baik dan terlalu percaya terhadap para pemimpin keamanan dan militer Rusia.