Penyerangan Terhadap Kelompok Yahudi Meningkat di Eropa, Jerman Tangkap 4 Anggota Hamas

Pasukan Khusus Hamas Brigade Izzuddin al-Qassam
Sumber :

Jerman – Pihak berwenang Jerman mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan empat penangkapan terhadap tersangka anggota Hamas, yang terkait dengan dugaan rencana penyerangan situs-situs Yahudi di negara itu.

Jaksa mengatakan para tersangka bermaksud menyimpan senjata di Berlin untuk kemungkinan digunakan dalam serangan yang sudah direncanakan.

Selain di Jerman, pihak berwenang Denmark juga mengatakan mereka telah menangkap tiga orang yang dituduh merencanakan serangan serupa.

bendera Jerman

Photo :
  • freepik/bearfotos

Jaksa Jerman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tiga tersangka yang terkait dengan Hamas ditangkap di Berlin dan satu di Belanda.

Sebagai informasi, milisi Hamas, yang menguasai Gaza, dilarang di seluruh Eropa karena dianggap sebagai kelompok teroris. Penangkapan itu terjadi setelah polisi menggerebek lima apartemen dan sebuah restoran di Berlin. Ketiga orang yang ditahan di Berlin adalah warga Lebanon dan Mesir, menurut jaksa Jerman.

Tersangka keempat, seorang warga negara Belanda, ditangkap di Rotterdam oleh polisi Belanda yang bertindak berdasarkan informasi dari pihak berwenang Jerman. Keempatnya diyakini merupakan anggota lama Hamas.

Keempat orang tersebut berhubungan erat dengan kepemimpinan sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam," menurut Jaksa Jerman, dikutip dari BBC Internasional, Jumat, 15 Desember 2023.

Mereka menambahkan bahwa salah satu dari empat orang tersebut, bernama Abdelhamid Al A, yang telah ditugaskan oleh para pemimpin Hamas di Lebanon untuk menemukan depot senjata di Eropa, yang secara diam-diam telah didirikan oleh organisasi tersebut di sana di masa lalu.

“Senjata-senjata itu akan dibawa ke Berlin dan disimpan dalam keadaan siap menghadapi potensi serangan teroris terhadap institusi-institusi Yahudi di Eropa," menurut Jaksa.

Ilustrasi/borgol.

Photo :
  • ientrymail.com

Inspektur Jenderal Flemming Drejer dari kepolisian Denmark mengatakan ketiga tersangka yang ditangkap di Denmark sebagai bagian dari penyelidikannya akan didakwa melakukan pelanggaran teror.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan ancaman ini sangat serius.

Belakangan, badan keamanan dan intelijen PET Denmark mengklarifikasi bahwa tidak ada hubungan langsung antara penangkapan di Denmark dan penangkapan di Jerman.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menulis dalam sebuah pernyataan di X, bahwa tujuh orang yang ditangkap bertindak atas nama Hamas. Namun, meski jaksa federal di Jerman telah menghubungkan rencana tersebut dengan Hamas, pihak berwenang Denmark belum mengatakan bahwa kelompok itu terkait dengan penyelidikan mereka sendiri.

Menteri Kehakiman Denmark Peter Hummelgaard mengatakan dugaan plot tersebut secara tragis menegaskan bahwa orang-orang Yahudi Denmark berada di bawah ancaman.

Mereka yang ditangkap di Denmark dijadwalkan hadir dalam sidang tertutup. Ch Insp Drejer mengatakan penyelidikan telah mengungkap jaringan transnasional yang mempersiapkan serangan, yang memiliki hubungan dengan geng kriminal.

Keamanan di sekitar situs Yahudi juga akan diperkuat dan patroli polisi di Kopenhagen akan lebih sering dilakukan, tambahnya.

Kepala intelijen Denmark Anja Dalgaard-Nielsen mengatakan ancaman teror itu terkait dengan perang Israel-Gaza dan pembakaran Al-Quran di Denmark dan negara tetangganya, Swedia.

Awal bulan ini, Komisaris Dalam Negeri Uni Eropa Ylva Johansson memperingatkan bahwa Eropa menghadapi risiko besar serangan teroris selama periode Natal.

Sebelumnya, pada tahun 2015, dua orang tewas dalam serangan terhadap pusat kebudayaan dan sinagoga di Kopenhagen. Ancaman teror di Denmark saat ini berada pada level empat dari lima, tertinggi kedua.

Badan keamanan dan intelijen PET mengatakan ancaman utama terhadap Denmark datang dari kelompok Islam militan, kemungkinan besar dari kelompok kecil atau aktor tunggal, yang terinspirasi oleh propaganda. Hummelgaard juga mengatakan pemerintah saat ini tidak melihat alasan untuk menaikkan tingkat ancaman.