Badai Petir Landa Australia, 9 Orang Tewas

Ilustrasi petir/kilat.
Sumber :
  • Fernando Flores/Wikimedia

Sidney – Sembilan orang dinyatakan tewas di Australia, dan ribuan bangunan mati listrik, setelah badai petir hebat melanda bagian timur negara itu selama liburan Natal. Hal itu disampaikan oleh pihak berwenang, pada Rabu, 27 Desember 2023.

Cuaca buruk melanda negara bagian Victoria, New South Wales, dan Queensland pada 25 dan 26 Desember 2023. Cuaca buruk tersebut menyebabkan hujan es besar dan hujan lebat.

Ilustrasi badai.

Photo :
  • wired.com

Angin kencang meniup atap-atap rumah dan menumbangkan pohon-pohon di beberapa daerah yang terkena dampak paling parah. Lebih dari 90.000 rumah mati listrik.

"Tiga pria tewas setelah sebuah kapal pesiar dengan 11 penumpang terbalik di dekat Green Island, di Teluk Moreton saat terjadi badai," kata Komisaris Polisi Queensland Katarina Carrol, dikutip dari The Sundaily, Kamis, 28 Desember 2023.

Dua wanita ditemukan tewas di dekat kota Gympie, setelah mereka hanyut saat banjir, kata polisi. Sementara, seorang gadis berusia sembilan tahun ditemukan tewas setelah hilang di saluran pembuangan air hujan di selatan Brisbane.

Pihak berwenang memperingatkan sungai yang airnya berarus deras dapat meluap dan menggenangi tempat perkemahan, yang biasanya ramai dikunjungi selama minggu-minggu Natal dan Tahun Baru.

Seorang wanita juga ditemukan tewas di sebuah perkemahan di Victoria setelah air banjir surut, kata polisi. Dua orang tewas lainnya tertimpa pohon tumbang.

"Badai tersebut merobohkan kabel listrik, yang sangat signifikan dan belum pernah terjadi sebelumny," kata Perdana Menteri Queensland Steven Miles dalam konferensi pers.

Miles mengatakan kerusakan akibat Topan Jasper, yang melanda negara bagian itu awal bulan ini, dan badai petir terbaru bisa mencapai miliaran.

Biro Meteorologi Australia memperkirakan akan turun hujan lebih lanjut meskipun cuaca buruk diperkirakan akan mereda pada Rabu malam.

“Syukurlah hari ini, kami tidak memperkirakan akan melihat aktivitas badai petir yang meluas namun masih ada risiko badai petir hebat di seluruh pantai timur,” kata peramal cuaca Jonathan How.

Ilustrasi aktivitas petir.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Badai tersebut terjadi setelah gelombang panas hebat di musim semi, yang mengakibatkan beberapa kebakaran hutan.

“Ketika anda mulai mengumpulkan pengalaman musim panas sejauh ini, jelas bahwa kita sedang hidup melalui era meningkatnya konsekuensi iklim,” kata Simon Bradshaw, direktur penelitian di lembaga nirlaba independen Climate Council.

Saat Australia berjuang melawan hujan di wilayah timur, sebaliknya, beberapa wilayah di barat juga sedang memadamkan api.

Musim panas di Australia pada bulan Desember-Februari dipengaruhi oleh fenomena El Nino, yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem mulai dari kebakaran hutan hingga angin topan dan kekeringan berkepanjangan.