Konflik Israel-Hamas, Islamofobia Meningkat 180 Persen di AS

Ilustrasi Demo Anti Islamfobia (Doc: Anadolu Ajansi)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Natania Longdong

Washington – Keluhan mengenai diskriminasi dan kebencian anti-Muslim dan anti-Palestina di Amerika Serikat (AS) meningkat sekitar 180 persen dalam tiga bulan terakhir, setelah serangan lintas batas Hamas pada 7 Oktober 2023. Hal tersebut disampaikan oleh sebuah kelompok advokasi, pada Senin, 29 Januari 2024.

Para pendukung hak asasi manusia telah mencatat peningkatan Islamofobia dan bias anti-Palestina di Amerika Serikat dan negara lain sejak bulan Oktober, menurut laporan Reuters.

Islamofobia Meningkat di Negara-negara Barat.

Photo :
  • MoroccoWorldNews

Di antara insiden di AS yang menjadi peringatan adalah penembakan pada bulan November di Vermont, ketika tiga pelajar keturunan Palestina ditembak, dan penikaman fatal terhadap seorang anak Palestina-Amerika berusia 6 tahun di Illinois pada bulan Oktober.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengatakan bahwa mereka menerima 3.578 pengaduan selama tiga bulan terakhir tahun 2023, di tengah gelombang kebencian anti-Muslim dan anti-Palestina yang sedang berlangsung.

"Angka tersebut merupakan peningkatan pengaduan sebesar 178 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata dewan itu, dikutip dari Middle East Monitor, Selasa, 30 Januari 2024.

Pengaduan mengenai diskriminasi pekerjaan menempati urutan teratas dalam daftar tersebut dengan 662 pengaduan, kejahatan kebencian dan insiden kebencian dilaporkan sebanyak 472 kali, dan diskriminasi pendidikan sebanyak 448 kali, jelas CAIR.

Awal bulan ini, Liga Anti-Pencemaran Nama Baik yang pro-Israel mengatakan bahwa dalam tiga bulan setelah 7 Oktober, insiden anti-Semit di AS juga meningkat sebesar 360 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Islamofobia

Photo :
  • MoroccoWorldNews

Pemerintah AS baru-baru ini mengeluarkan panduan keamanan bagi komunitas berbasis agama di tengah meningkatnya anti-Semitisme dan Islamofobia sejak serangan Hamas yang menewaskan 1.200 orang, banyak di antaranya dilakukan oleh Pasukan Pertahanan Israel, dan serangan militer Israel berikutnya di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 26.000 orang. Warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan.

Departemen Kehakiman AS sedang memantau meningkatnya ancaman terhadap orang-orang Yahudi dan Muslim di tengah konflik tersebut. Presiden Joe Biden juga ikut mengutuk anti-Semitisme dan Islamofobia.