Menang Pemilu Lagi, Vladimir Putin Jadi Presiden Terlama dalam 200 Tahun Sejarah Rusia

Vladimir Putin
Sumber :
  • BBC.uk.co

Rusia – Presiden petanaha Rusia Vladimir Putin, kembali meraih kemenangan dalam pemilihan presiden (pilpres) Rusia, yang diadakan sejak Jumat, 15 hingga ditutup Minggu, 17 Maret 2024. 

Hasil ini berarti, Putin yang kini berusia 71 tahun, akan memulai masa jabatan enam tahunnya yang baru, yang akan membuatnya menjadi pemimpin terlama Rusia selama lebih dari 200 tahun, mengalahkan Joseph Stalin, jika ia menyelesaikan masa jabatannya.

Dalam pidatonya di markas kampanyenya pada Minggu malam, Putin menyatakan hasil pemilu tersebut sebagai pembenaran atas keputusannya untuk menentang Barat dan menginvasi Ukraina.

Pemilu Rusia

Photo :
  • X

“Tidak peduli siapa atau seberapa besar mereka ingin mengintimidasi kita, tidak peduli siapa atau seberapa besar mereka ingin menekan kita, kemauan kita, kesadaran kita, tidak ada seorang pun yang pernah berhasil melakukan hal seperti ini dalam sejarah,” kata Putin dalam pidato di kantor markas kampanyenya, mengutip Moscow Times, Senin, 18 Maret 2024. 

Menurut Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia, ia memperoleh sekitar 87 persen suara dari sekitar 60 persen daerah pemilihan yang sudah dihitung. Hasilnya berarti Putin, 71 tahun, akan menyalip Joseph Stalin dan menjadi pemimpin Rusia yang paling lama menjabat dalam lebih dari 200 tahun.

Kandidat komunis Nikolay Kharitonov berada di urutan kedua dengan hanya di bawah 4 persen, pendatang baru Vladislav Davankov di urutan ketiga dan ultra-nasionalis Leonid Slutsky di urutan keempat, berdasarkan hasil awal. 

Tingkat partisipasi pemilih secara nasional mencapai 74,22 persen ketika pemungutan suara ditutup, kata pejabat pemilu, melampaui tingkat partisipasi pada tahun 2018 sebesar 67,5 persen.

VIVA Militer: Presiden Rusia, Vladimir Putin

Photo :
  • tass.com

Kemenangan Putin tidak pernah diragukan karena sebagian besar pengkritiknya berada di penjara, di pengasingan, atau sudah meninggal, sementara kritik publik terhadap kepemimpinannya telah diredam.

Saingan paling menonjol pemimpin Rusia, Alexei Navalny, meninggal di penjara Arktik hanya beberapa pekan sebelum pemilu.