Marah Iran Serang Israel, Uni Eropa Akan Jatuhi Sanksi Baru

VIVA Militer: Rudal hipersonik Iran gagal dibendung sistem Iron Dome Israel
Sumber :
  • almaydeen.net

Brussels – Uni Eropa mengutuk keras serangan Iran pada akhir pekan terhadap Israel, dan pada Rabu malam, 17 April 2024, negara itu memutuskan untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap produsen drone dan rudal pada Teheran.

Pernyataan hasil tersebut menyusul diskusi mengenai Timur Tengah selama KTT Uni Eropa di Brussels.

“Dewan Eropa dengan tegas dan tegas mengutuk serangan Iran terhadap Israel dan menegaskan kembali solidaritas penuhnya dengan rakyat Israel dan komitmen terhadap keamanan Israel dan stabilitas regional,” bunyi pernyataan itu, dikutip dari ANews, Kamis, 18 April 2024.

Penampakan rudal Iran ke arah Israel di atas langit Yordania

Photo :
  • Tangkapan layar

Dikatakan bahwa UE akan mengambil langkah-langkah pembatasan lebih lanjut terhadap Iran, terutama terkait dengan kendaraan udara tak berawak (UAV) dan rudal.

"UE tetap berkomitmen penuh untuk berkontribusi terhadap deeskalasi dan keamanan di kawasan,” tambahnya.

Presiden Dewan Eropa, Charles Michel juga menulis di X bahwa semua upaya harus dilakukan untuk membantu menciptakan stabilitas di kawasan dan menghindari eskalasi.

"Kami meminta semua pihak untuk menahan diri,” ujarnya.

Setelah sesi hari pertama KTT berakhir, Michel tidak memberikan rincian sanksi dalam pernyataan persnya.

Pernyataan tersebut juga mengingatkan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri krisis di Gaza melalui gencatan senjata segera, pembebasan tahanan dan pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

Komitmen UE terhadap solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina juga ditekankan.

Bendera Uni Eropa.

Photo :
  • Pixabay

Pernyataan tersebut juga menegaskan kembali dukungan kuat UE terhadap Lebanon dan rakyat Lebanon serta mengakui keadaan sulit yang dialami Lebanon di dalam negeri dan sebagai akibat dari ketegangan regional.

Para pemimpin Uni Eropa juga menyoroti dukungan mereka terhadap kepulangan pengungsi Suriah yang aman, sukarela dan bermartabat ke negara mereka dalam pernyataan tersebut.