Tetangga Tolak Eks Direktur IMF

Presiden SBY dan Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn
Sumber :
  • Antara/ Prasetyo Utomo

VIVAnews - Bekas Direktur Pelaksana IMF yang tengah menghadapi kasus percobaan pemerkosaan, Dominique Strauss-Kahn, akhirnya diperbolehkan keluar dari penjara Rikers Island, dengan uang jaminan sebesar US$ 1 juta.

Selama masa persidangan, Strauss-Kahn harus tinggal di sebuah tempat yang dirahasiakan, yang terletak di dekat lokasi ground zero (Gedung World Trade Center), Manhattan New York.

Awalnya, Anne Sinclair, istri Strauss-Khan, sempat menyewa apartemen di Bristol Plaza, di East 65th Street. Namun tetangga-tetangga dan para penghuni keberatan bila Strauss-Khan tinggal sementara di tempat itu.

Seperti dikutip dari situs DailyMail, pemilik kompleks itu juga keberatan setelah menyadari banyaknya wartawan yang akan meliput kasus ini. Strauss-Khan akan tinggal tempat yang akan dijaga selama 24 jam, dipasangi beberapa kamera video dan alarm keamanan.

Strauss-Khan juga dipasangi alat di bagian pergelangan kakinya, untuk mengetahui keberadaannya. Semuanya dilakukan untuk memastikannya agar ia tidak kabur keluar dari AS. Semua ongkos keamanan itu sebesar US$  200 ribu per bulan, juga akan dibebankan kepadanya.

Strauss-Khan sendiri dicokok polisi AS ketika sudah berada di pesawat Air France tujuan Paris, saat hendak kabur ke negaranya di Bandara John F. Kennedy. Ia disangka berusaha memerkosa pelayan hotel berdarah Afrika yang mengaku sempat dipaksa melakukan seks oral. 

Tapi, korban berhasil kabur dan mengadu ke atasannya. Strauss-Kahn, yang saat itu tergesa-gesa meninggalkan hotel dan sempat ketinggalan telepon selulernya. 

Strauss-Khan adalah salah satu pria paling berpengaruh dalam perekonomian global. Ia juga sempat dijagokan menjadi penantang Presiden Sarkozy pada pemilu Perancis mendatang. Sayangnya ia harus tersandung oleh kasus ini. Jika terbukti bersalah, Strauss-Kahn terancam pidana maksimal 25 tahun. 

Sementara itu, IMF rencananya akan segera mencari pengganti Strauss-Khan sampai 30 Jui mendatang. Salah satu nama yang yang santer dipromosikan, antara lain adalah Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde, yang mendapat dukungan dari Uni Eropa. (umi)