Muslim Norwegia Serukan Lindungi Sinagog Yahudi di Oslo

Penghormatan korban penembakan di Copenhagen
Sumber :
  • REUTERS/Linda Kastrup/Scanpix
VIVA.co.id -
Sekelompok Muslim di Norwegia yang menamakan diri "Fredens Ring" berencana untuk membentuk sebuah lingkaran manusia demi bisa melindungi sinagog di ibukota Oslo pada Sabtu malam ini. Hari ini, rencananya akan digelar misa Sabbath di sinagog tersebut.


Laman Jerman
Deutsche Welle
, Jumat, 20 Februari 2015 melansir, kelompok Muslim terebut kemudian mempromosikan kegiatan pembentukan lingkaran manusia di akun Facebook. Mereka mengajak semua warga, dari agama apa pun untuk ikut berpartisipasi.


"Islam selalu melindungi saudara-saudara kita, tak peduli apa pun agamanya. Islam tidak pernah tenggelam ke tingkat yang sama dengan orang-orang yang kerap membenci, sebab Islam selalu melindungi satu sama lain," tulis akun Facebook Fredens Ring.


Mereka juga menulis kaum Muslim ingin menunjukkan mereka menyayangkan semua jenis kebencian terhadap kaum Yahudi.


"Kami berada di sana untuk mendukung mereka. Oleh sebab itu, kami menciptakan lingkaran manusia di sekitar sinagog pada Sabtu, 21 Februari," kata mereka.


Melalui kegiatan ini, penyelenggara mencoba menyampaikan pesan jika ada yang ingin menyerang sinagog, maka mereka harus melalui lingkaran manusia itu terlebih dulu.


Acara itu disambut baik oleh warga Norwegia. Beragam pengguna media sosial baik Muslim, Kristen, dan Yahudi menjawab pesan di Facebook tersebut. Bahkan, total sebanyak 2.000 orang memastikan diri hadir di acara tersebut.

"Kami sama dan memiliki darah yang sama. Tidak ada satu pun kelompok penjahat yang dapat memisahkan kami," tulis seorang pengguna media sosial, Rashid Rashid.


Sementara, pengguna lainnya, bernama Lena Andreassen mengaku bangga, sebab Norwegia tetap bersatu untuk melawan aksi terorisme. Menurut laporan media
Times of Israel
, pemimpin sebuah komunitas Yahudi di Oslo, Ervin Kohn, mengatakan, misa tersebut baru bisa digelar dengan syarat lebih dari 30 orang muncul.


Kaum Yahudi mulai merasa takut berada di Eropa. Sebab, dalam beberapa serangan, mereka kerap menjadi sasaran.


Hingga akhirnya pada Minggu lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyerukan agar warga Yahudi yang berada di Eropa untuk ramai-ramai bermigrasi kembali ke Israel. Menurut Netanyahu, pemerintah kini tengah mendiskusikan dana senilai US$46 juta untuk menampung warga Yahudi yang bermigrasi dari Prancis, Belgia dan Ukraina.


"Gelombang penyerangan ini diprediksi masih terus berlanjut. Warga Yahudi berhak merasa aman di setiap negara. Namun, kami katakan kepada saudara-saudara kami, Israel tetap adalah rumah kalian," ungkap Netanyahu dan dikutip stasiun berita
Al-Jazeera
. (one)


Baca juga: