Hungaria Tutup Jalur Pengungsi
- www.npr.org
VIVA.co.id - Pemerintah Hungaria akhirnya memutuskan untuk menutup jalur utama bagi para migran untuk memasuki wilayah Uni Eropa. Hungaria memilih mengambil kebijakan sendiri dalam menangani pengungsi.
Melalui peraturan baru, Hungaria mengatakan, siapapun pengungsi yang berada di perbatasan menuju ke Uni Eropa secara otomatis akan dikembalikan, bahkan bisa dijebloskan ke penjara. Di perbatasan, para pengungsi dilarang melanjutkan perjalanan panjang mereka ke Utara menuju Jerman.
Seorang pencari suaka asal Somalia, Macruf Suhufi Abdi Omar yang mencoba mengajukan permohonan di zona transit harus pulang dengan tangan kosong karena permintaannya ditolak. Salah satu keluarga pengungsi yang tak bisa menuju ke Jerman menuliskan kekecewaan mereka di atas baju yang dikenakan anaknya. Pesan tersebut tertulis, “Ini Pemogokan, tidak ada minuman, tidak ada makanan, buka perbatasan ini."
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu, 16 September 2015, pejabat Hungaria mengatakan, mereka telah menolak 16 permohonan pencari suaka, dan masih memproses 32 permohonan lainnya. Sementara, polisi Hungaria telah menangkap 174 orang yang berusaha kabur menyeberangi perbatasan.
Sebelumnya, Kanselir Jerman Angela Merkel meminta, seluruh negara Uni Eropa untuk menerima pengungsi. Jerman bahkan sempat mengatakan akan memberlakukan denda bagi negara Uni Eropa yang menolak menampung pengungsi.
Pada pertemuan darurat yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Uni Eropa, Rabu, 16 September 2015, mereka gagal mencapai kesepakatan soal pengungsi.
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menyatakan, keputusan itu dilakukan untuk menyelamatkan nilai-nilai Kristen Eropa.
(mus)