Kuat Dugaan Pesawat Rusia Jatuh karena Bom ISIS

Serpihan pesawat Rusia yang jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir, pada Oktober tahun lalu.
Sumber :
  • Reuter/Stringer

VIVA.co.id -Klaim kelompok Islam militan yang mengaku bertanggungjawab atas jatuhnya pesawat Rusia, Sabtu lalu, sempat dibantah. Namun penyelidikan awal mulai mengarah pada kesimpulan, pesawat meledak sebelum jatuh.

Sebuah bukti kini mengarahkan pada kemungkinan bom yang ditanamkan oleh kelompok ISIS adalah penyebab jatuhnya pesawat Rusia di Semenanjung Sinai, Mesir. Sebuah sumber keamanan di Amerika Serikat dan pihak keamanan Eropa menyampaikan hal tersebut.

Dikutip dari Reuters, Kamis, 5 November 2015, kelompok militan ISIS yang berperang dengan tentara Mesir di Semenanjung Sinai, sempat mengaku bertanggungjawab atas jatuhnya pesawat tersebut.

"Kami telah menyimpulkan, bahwa ada kemungkinan yang signifikan bahwa pesawat tersebut jatuh setelah terjadi ledakan dari dalam badan pesawat," kata Menlu Inggris, Phillip Hammond. Kalimat tersebut disampaikan Hammond setelah melakukan pertemuan dengan tim penanganan krisis yang diketuai oleh Perdana Menteri David Cameron.

Komentar disampaikan Hammond sehubungan dengan rencana kedatangan Presiden Mesir Abdulfattah el Sisi ke Inggris, pekan depan. Mesir adalah salah satu sekutu dekat Inggris.

Pernyataan Hammond dikuatkan oleh sebuah sumber yang dekat dengan tim investigasi yang menyelidiki kotak hitam pesawat. "Hampir pasti bahwa ada sesuatu yang meledak. Namun apa jenisnya, masih belum jelas. Ada sejumlah bukti di tanah yang bisa dibuktikan dan mengarah pada kemungkinan, itu adalah sebuah bom," katanya.

"Masih ada investigasi forensik yang terus dilakukan di lokasi jatuhnya pesawat.Hasilnya mungkin bisa mengarahkan pada penyebab jatuhnya pesawat, juga menemukan kemungkinan jejak ledakan," kata sumber tersebut menambahkan.

Pesawat Rusia dari maskapai Kogalymavia, jatuh di Semenanjung Sinai pada Sabtu, 31 Oktober 2015 lalu. Pesawat tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara resor Sharm el Shaikh di Laut Merah. Seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 224 orang tewas.