Jokowi Manfaatkan COP 21 untuk Bicara Bisnis dengan Serbia

Konferensi Perubahan Iklim 2015 di Paris. Saat itu disepakati Perjanjian Paris untuk mendukung perbaikan iklim global.
Sumber :
  • REUTERS/Philippe Wojazer

VIVA.co.id - Ajang Konferensi Perubahan Iklim Internasional 2015 di Paris, Prancis, dimanfaatkan oleh Presiden Joko Widodo untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin negara. Pertemuan bilateral dimanfaatkan Jokowi untuk membicarakan berbagai kerja sama.

Sesaat setelah tiba di Parc Des Expositions Du Bourget Paris, tempat berlangsungnya pertemuan para Pemimpin UNFCCC COP21, Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, melaksanakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte.

Pada pertemuan yang berlangsung sebelum pembukaan Leaders Event UNFCCC COP21 ini, kedua negara memfokuskan pembicaraan pada dua hal, yakni pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dan pembangunan pelabuhan.

Terkait pembangunan NCICD, Presiden meminta agar kerjasama antara Indonesia dan Belanda dalam pembangunan  NCICD dapat dipercepat. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga berharap kerjasama Indonesia dengan Belanda di bidang pembangunan pelabuhan  dapat diteruskan.

Menanggapi hal tersebut, PM Belanda menjanjikan akan mengirimkan tim ke Jakarta guna membahas kerjasama tersebut. PM Rutte berjanji akan mengunjungi Indonesia pada tahun 2016 untuk membicarakan kerja sama tersebut.

Sementara i‎tu, saat bertemu dengan Presiden Serbia, Jokowi lebih mengutamakan pembicaraan ekonomi. Pertemuan Jokowi dengan
dengan Presiden Serbia, Tomislav Nikoli, digelar pada Senin 30 November 2015. Pertemuan ini merupakan yang pertama kali bagi keduanya.

Melalui pertemuan tersebut, Jokowi menyampaikan rasa terima kasih dan berharap bisa terus melanjutkan hubungan bilateral. Kepada Presiden Serbia, Jokowi juga menekankan pentingya perdagangan dan investasi.

"Sudah terdapat beberapa investor Indonesia di Serbia," ujar Presiden Jokowi, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima VIVA.co.id, Selasa, 1 Desember 2015.

Presiden berharap produk Indonesia dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas di Serbia. "Saya berharap tarif untuk ekspor Indonesia yang terlalu tinggi agar dikaji kembali," ucap Presiden Jokowi.

Presiden Ri juga menyambut baik rencana kedatangan Presiden Nikolic ke Indonesia di tahun 2016, dan berharap kunjungan tersebut juga disertai rombongan delegasi bisnis dari Serbia. (one)