PM Turnbull Ogah Tambah Anggaran untuk Perubahan Iklim

Presiden Joko Widodo dan PM Australia Malcolm Turnbull.
Sumber :
  • REUTERS/Adek Berry/Pool

VIVA.co.id - Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, menegaskan dirinya akan menganggarkan dana sebesar AUS$1 miliar selama jangka waktu lima tahun ke depan untuk Green Climate Fund. Namun angka tersebut diambil dari anggaran yang sudah ada.

Dilansir dari laman ABC, dana tersebut akan digunakan untuk membantu negara-negara di Pulau Pasifik dalam menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut.

"Ini adalah tujuan dari penganggaran dana yang dirancang, yaitu untuk membantu menghadapi bencana alam yang terjadi dan membangun ketahanan terhadap bencana alam," ujar Turnbull.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut dibuat atas dasar permintaan oleh negara-negara kepulauan yang berkembang di kawasan Pasifik. Kendati demikian, dana tersebut bukanlah sebuah anggaran baru yang dikeluarkan, melainkan akan didanai dari anggaran bantuan luar negeri yang ada.

Pemimpin organisasi Greens, Richard Di Natale, mengaku kecewa dengan keputusan Turnbull tersebut. Ia menganggap Turnbull tidak berkomitmen terhadap penyelesaian krisis perubahan iklim dengan tidak ikut serta memberikan bantuan pendanaan.

"Dia tidak berkomitmen untuk mengeluarkan dana untuk krisis ini. Ia malah mengambil uang dari anggaran bantuan. Ini adalah hal yang memalukan," ucap Natale.

Sementara itu anggota parlemen oposisi, Tanya Pilbersek, mengkritik kebijakan tersebut karena justru menganggap pemerintah telah mengeluarkan dana yang terlalu besar.

"Jumlah itu sangat banyak, mengingat kita telah memotong dana untuk negara lain seperti Kiribati yang saat ini berjuang melawan perubahan iklim. Kenyataannya kita memotong dana sebesar AUS$2,5 juta dari Kiribati," kata Pilbersek.

Belum terkonfirmasi mengapa PM Turnbull tak bersedia menganggarkan dana baru untuk mengatasi perubahan iklim.