Terlibat Perilaku Tak Pantas, Dua Menteri Australia Mundur

PM Australia Malcolm Turnbull bersama Menlu Australia Julie Bishop
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

VIVA.co.id - Dua menteri dalam pemerintahan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull mengundurkan diri. Mereka mengizinkan penegak hukum melakukan penyelidikan atas kasus yang terjadi pada keduanya.

Menteri Urusan Kota dan Pembangunan Lingkungan, Jamie Briggs memutuskan mundur dari jabatannya setelah seorang karyawan perempuan mengajukan protes atas sikapnya saat berada di sebuah bar di Hong Kong, sebelum memulai kunjungan resmi.

Karyawan perempuan itu mengajukan protes mengenai sikap Briggs, yang menurutnya, tak pantas dilakukan oleh seorang pejabat negara.

Briggs yang dipromosikan oleh Turnbull pada awal tahun ini, mengaku tidak ada perbuatannya yang melanggar hukum. Namun ia menolak untuk berkomentar terkait dengan insiden yang terjadi.

"Saya sudah meminta maaf langsung padanya (karyawan bar). Tapi setelah merefleksi diri saya kembali, saya berpikir bahwa memang sikap saya tidak memenuhi standar sebagai seorang menteri," kata Briggs, seperti diberitakan oleh Reuters, Selasa, 29 Desember 2015.

Menteri kedua yang mengundurkan diri adalah Mal Brough. Ia memutuskan mundur sementara polisi menyelidiki kasus Slipper Affair, yang mengaitkan namanya. Slipper Affair adalah kasus yang merujuk pada terjungkalnya Peter Slipper, mantan juru bicara Dewan Perwakilan Rakyat Australia.

Mal Brough dituding memiliki peran dalam proses menjatuhkan Slipper secara tidak hormat. Polisi sedang menyelidiki, apakah Brough melanggar hukum karena mendesak mantan staf Slipper, James Ashby, untuk membongkar catatan harian Slipper.

"Kami sepakat, Brough memutuskan mundur dari posisinya selama proses penyelidikan. Brough sudah melakukan hal yang benar. Ia mengaku pentingnya peran pemerintah dalam menjaga fokus, sehingga tak terganggu dalam menjalankan tugas masing-masing. Terutama menjaga pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional," kata Turnbull. (ase)