Bom Sarinah, Kantor Perwakilan RI di AS Dijaga Ketat

Polisi anti teror AS
Sumber :
  • Reuters/Anthony Devlin/Pool

VIVA.co.id - Pemerintah Amerika Serikat merespons cepat serangan bom dan teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, pada Kamis, 14 Januari 2016.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang tengah melakukan kunjungan kerja ke London, Inggris, menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa bom Sarinah yang menewaskan 7 orang dan puluhan terluka.

Selain itu, pemerintah AS memerintahkan aparatnya untuk berjaga-jaga di kantor-kantor perwakilan pemerintah Indonesia di AS.

Pemerintah Indonesia di AS memiliki beberapa kantor perwakilan, yakni Kedutaan Besar RI di Washington DC, serta lima Konsulat Jenderal (KJRI) yang tersebar di beberapa kota atau negara bagian, dan satu perwakilan pemerintah RI untuk PBB atau PTRI.

Di New York, Indonesia memiliki dua kantor perwakilan, yaitu PTRI dan KJRI New York. Terlihat penjagaan di depan PTRI dan KJRI New York diperketat. Satu mobil patroli dan dua anggota polisi khusus anti teror Kota New York berjaga-jaga di sekitarnya.

Di tengah suhu dingin mendekati nol derajat celsius, aparat anti teror mengawasi setiap orang yang ingin mendekat ke perwakilan RI di Negeri Paman Sam itu. Upaya tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Mereka mulai bertugas di depan kantor perwakilan RI sejak Kamis pagi waktu setempat, atau pukul 15.00 WIB," kata Pjs Konjen New York, Benny P Siahaan.

Sebelumnya Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengimbau agar seluruh warga Amerika yang berada di Jakarta berhati-hati.

Kedubes juga meminta agar warganya menghindari seluruh area di sekitar hotel Sari Pan Pacific dan pusat belanja Sarinah di Jalan MH Thamrin, juga Jalan Sudirman, Jakarta.

Surat edaran darurat itu dikeluarkan oleh Kedubes Amerika Serikat tak lama setelah terjadinya serangkaian ledakan di sekitar pusat belanja Sarinah di Jalan Thamrin pada Kamis, 14 Januari 2016, sekitar pukul 10 pagi.

Ledakan pertama terjadi di sebuah pos polisi di Jalan MH Thamrin, persis di depan pusat belanja Sarinah. Ledakan berikutnya terjadi di cafe Starbucks, gedung Djakarta Theatre, yang berada di sebelah Sarinah.

Yanri Subekti/tvOne New York