Kemlu Terus Pantau Virus Zika

Ilustrasi nyamuk penyebar virus Zika.
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id - Mereda virus MERS di Afrika, kini virus baru menjadi pembicaraan. Virus Zika, yang menyebar melalui gigitan nyamuk dan berbahaya bagi ibu hamil.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nassir mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap penyebaran virus Zika yang melanda sejumlah negara di dunia termasuk Brasil dan AS. Virus Zika yang sudah menyebar dan memasuki AS membuat pemerintah AS memberikan peringatan bagi warganya untuk tak berkunjung ke beberapa negara yang diklaim sebagai 'sarang' dari virus Zika.

"Kita terus melakukan monitoring bersama dengan Kementerian Kesehatan karena mereka yang mengetahui seberapa bahayanya dan berapa besar kemungkinan virus itu menyebar," ujar Arrmanatha yang ditemui VIVA.co.id, Senin, 25 Januari 2016 di kantornya, Kemlu RI, Jakarta.

Saat ini, kata Arrmanatha, Kemlu terus melakukan kontak dengan KBRI di Brasil dan AS untuk melihat apakah ada indikasi atau tingkat bahaya virus tersebut. Kita, ujar Arrmanatha, akan mengambil langkah setelah melihat situasi dan perkembangan disana.

Virus yang disebarkan lewat gigitan nyamuk ini akan menjadi sangat membahayakan bagi ibu hamil. Pasalnya, bayi yang terlahir akan mengalami cacat lahir jika sang ibu positif terserang virus Zika.

"Untuk travel warning kita masih lihat situasi mendatang dan laporan KBRI," kata dia.