Mekanik Mesir Dituding Jadi Tersangka Jatuhnya Pesawat Rusia

Sumber :
  • Reuters/Mohamed Abdul el Ghany

VIVA.co.id -Seorang mekanik EgyptAir, yang keponakannya bergabung dengan kelompok militan ISIS di Suriah diduga telah menempelkan bom di pesawat komersil Rusia. Pesawat tersebut meledak di wilayah udara Mesir pada akhir Oktober lalu.

Dikutip dari Reuters, Jumat, 29 Januari 2016, informasi tersebut disampaikan oleh sebuah sumber yang dekat dengan informasi tersebut. Sejauh ini Mesir mempublikasikan, mereka tak pernah menemukan bukti, bahwa pesawat MetroJet yang meledak di Semenanjung Sinai itu diledakkan oleh teroris.

Seorang pejabat yang berwenang di penerbangan tersebut membantah adanya penahanan atau penyelidikan terhadap salah satu mekanik mereka. Kementerian Dalam Negeri Mesir juga menyatakan, tak ada warga mereka yang ditangkap.

Namun sumber tersebut, yang menolak menyebutkan identitasnya karena investigasi masih terus dilakukan, mengatakan, mekanik tersebut telah ditahan bersama dua polisi bandara, dan seorang porter yang diduga membantu mereka untuk meletakan bom di dalam pesawat.

"Setelah mempelajari ada anggota mereka yang memiliki saudara yang bekerja di bandara Sharm el Sheikh, Mesir, ISIS mengirimkan bahan peledak yang diletakan dalam tas bawaan mereka," komentar sumber tersebut, sambil menambahkan, tersangka bergabung dengan ISIS sejak 1,5 tahun yang lalu.

"Ia diminta untuk tak bertanya apa-pun, dan letakkan bom tersebut di pesawat," katanya.

Sebuah sumber lain mengatakan, "dua polisi telah ditahan karena mengambil peran berpura-pura tidak tahu saat dilakukan pemeriksaan keamanan. Namun ada kemungkinan lain, yaitu bisa saja mereka tidak menjalankan tugasnya dengan maksimal," kata sumber yang lain menambahkan.

Tak ada satu pun diantara keempat orang tersebut yang dituntut.

Rusia dan negara Barat telah lama mengatakan, mereka yakin pesawat tersebut jatuh terhempas akibat adanya ledakan bom dalam badan pesawat. Namun Mesir terus membantah dan mengatakan bahwa mereka tak pernah menemukan bukti ledakan tersebut terjadi akibat aksi terorisme.

Pesawat MetroJet milik Rusia terjatuh saat terbang di wilayah udara Lembah Sinai, Mesir. Pesawat itu jatuh hanya beberapa menit setelah mengudara dari Bandara Sharm el Sheikh menuju Rusia. Seluruh penumpang dan kru yang berjumlah 224 orang tewas. Dari seluruh yang tewas, 221 adalah warga negara Rusia, sedangkan sisanya adalah warga Ukraina. (ren)